PP Pelti Berharap FIKS Tennis Open 2022 Lahirkan Yayuk Basuki Baru

Minggu, 18 Desember 2022 14:38 WIB
Penulis: Arif Rahman | Editor: Herry Ibrahim
© Arif Rahman/INDOSPORT
Wakil ketua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Wikan Sakarinto (kedua dari kiri), saat membuka FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament di Bandung. Copyright: © Arif Rahman/INDOSPORT
Wakil ketua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Wikan Sakarinto (kedua dari kiri), saat membuka FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament di Bandung.
Kerja Sama Semua Pihak

Lebih lanjut Wikan Sakarinto menuturkan, untuk dapat melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, dibutuhkan kerja sama berbagai pihak. 

"Nah tentunya kita juga gak bisa mengandalkan sumber daya yang baik, tapi pembinaan kolaborasi tata kelola kemudian juga nanti ada peringkat nasional yang sistemnya terus kembangkan, koordinasi antara stakeholder antara PB Pelti dengan Pengprov dengan klub dengan sponsor ini semua harus kita satukan," ujarnya.

"Termasuk artis-artis yang tiba-tiba tenis ini juga meningkat luar biasa, generasi muda semakin banyak yang tertarik tenis dan kebetulan saya dari perguruan tinggi, dari pendidikan kita juga perlu berpikir bagaimana anak-anak ini nanti ketika sudah banyak yang Tenis, kan yang masuk pro gak semuanya, sebagian kan harus masuk ke perguruan tinggi," ungkapnya.

Pihak berencana untuk bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi ternama yang ada di Indonesia, dalam pengembangan olahraga tenis di tanah air.

"Nanti menerima mereka sebagai mahasiswa tentunya dengan standar yang mereka tentukan, tapi nanti setelah diterima yu kita kerja sama sehingga nanti atlet ini sejak muda fokus tertarik ketika 18 tahun ke atas ada yang ke pro ada yang jadi mahasiswa tapi tetap tanding, sehingga ini akan jadi ekosistem pertenisan yang sangat kondusif bagi Indonesia ke depan Insya Allah," jelasnya.

Meiska H. Wiguna, selaku Ketua FIKS menuturkan, dari FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament ini diharapkan muncul atlet potensial dan berprestasi.

"Menghasilkan atlet tenis terbaik merupakan salah satu tujuan mulia dari Sekolah Tenis FIKS, dan tahun ini 430 peserta siap bertanding dengan performa terbaiknya di Bandung," ujar Meiska H. Wiguna.

Dalam acara ini, Meiska H. Wiguna juga akan memberikan penghargaan kepada 10 pelatih tenis yang telah melahirkan petenis hebat di Indonesia, seperti Deddy Tedjamukti, pelatih dari Angelique Widjaja yang berhasil menjuarai kategori single di Wimbledon Junior 2001, dan Ryan Tanujoyo yang berhasil membawa Priska Nugroho menjadi juara Grand Slam Australian Open Junior Double tahun 2020.