In-depth

Fitriani, Penakluk Jawara Olimpiade yang Didegradasi PBSI Kini Dirindukan BWF

Selasa, 17 Oktober 2023 12:25 WIB
Penulis: Serly Putri Jumbadi | Editor: Isman Fadil
© PBSI
Tunggal putri Indonesia Fitriani (Mansion Exist Jakarta). (Foto: PBSI) Copyright: © PBSI
Tunggal putri Indonesia Fitriani (Mansion Exist Jakarta). (Foto: PBSI)
Terdegradasi PBSI

Lahir di Garut pada 27 Desember 1998, Fitriani memulai kariernya di klub PB Exist yang dikenal melahirkan beberapa pebulutangkis top seperti Yeremia Rambitan.

Kiprahnya ketika menjadi bagian PBSI terbilang cukup baik. Mengingat kala itu sektor tunggal putri memang tampil kurang begitu memuaskan.

Karier gemilang Fitriani dimulai ketika berhasil meraih juara di turnamen bulutangkis yang dihelat PBSI yakni USM International Series 2015.

Kala itu, ia berhasil mengalahkan unggulan pertama yakni Aprilla Yuswandari di babak final dalam rubber game ketat dengan skor 13-21, 21-13, 21-13.

Bahkan, di babak semifinal, penakluk Chen Yufei itu juga berhasil mengalahkan Gregoria Mariska yang saat ini menduduki peringkat tujuh di ranking BWF dalam dua gim langsung.

Tren positif Fitriani berlanjut pada 2016, di mana ia berhasil menyabet gelar juara di Victor International Challenge 2016 dan runner-up di Vietnam Open.

Puncak karier Fitriani terjadi pada musim 2019, di mana ia berhasil menyabet gelar juara di turnamen BWF level super 300 yakni Thailand Masters.

Kala itu, mantan rival Chen Yufei itu berhasil mengalahkan unggulan kedelapan yakni Busanan Ongbamrungphan dengan skor 21-12, 21-14 di babak final.

Sayangnya, pada 2021 lalu, PBSI resmi mendegradasi Fitriani yang saat itu menduduki peringkat 32 di ranking BWF serta 12 atlet lainnya.

“Di 2020 tidak banyak turnamen yang digelar karena pandemi. Jadi kami tidak bisa menilai sejauh mana pemain-pemain pelatnas ini berkembang,” kata Kabid Binpres PBSI, Rionny Mainaky pada 2021 lalu.

“Untuk yang tidak dipanggil lagi, ada beberapa pertimbangan yang diambil. Seperti ketidakmampuan bersaing hingga attitude di pelatnas,” sambungnya.

Performa Fitriani memang merosot dalam beberapa turnamen yang menjadi salah satu alasan PBSI mendegradasi pebulu tangkis jebolan PB Exist tersebut.

Fitriani tercatat hanya turun di tiga turnamen. Yakni, Malaysia Masters, Indonesia Masters dan Thailand Masters, di mana seluruhnya ia terhenti di babak 32 besar.