Luis Suarez Sang Kanibal
Sejak didatangkan dari Groningen dengan mahar 6,6 juta pounds atau sekitar Rp134,58 miliar (kurs Rp20,400) pada musim panas 2007, Luis Suarez langsung menjelma menjadi mesin gol Ajax.
Pada musim pertamanya, Suarez membukukan 17 gol dan 14 assist dari 33 penampilan di Eredivisie. Kemudian Suarez semakin meroket dengan mencatat 22 gol dan 15 assist dari 31 pertandingan. Puncaknya, Suarez menjadi top scorer Eredivisie 2009-2010 dengan torehan 35 gol dan 17 assist dalam 33 pertandingan.
Namun, catatan manis Suarez bersama Ajax selama tiga musim tercoreng ketika Suarez melakukan kesalahan fatal dalam pertandingan melawan PSV Eindhoven. Awal Eredivisie musim 2010-2011 Suarez sudah absen dalam dua pertandingan pertama karena hukuman kartu merah pada musim sebelumnya.
Namun setelah pulang memperkuat Uruguay pada Piala Dunia Afsel 2010, Suarez berubah drastis di Ajax. Suarez sempat membuat tujuh gol dari sembilan pertandingan, namun dalam lima pertandingan Eredivisie terakhirnya bersama Ajax Suarez puasa gol.
Pada pertandingan ke-15 Eredivisie, aksi memalukan Suarez terjadi dalam duel sengit melawan PSV pada 20 November 2010. Pada laga yang berkesudahan 0-0 itu, Suarez menggigit gelandang serang PSV Otman Bakkal.
Akibatnya Ajax Amsterdam menghukum Suarez larangan bermain dalam dua pertandingan dan denda, di mana uang denda tersebut akan disumbangkan untuk amal. Selain hukuman dari Ajax, Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) juga menghukum Suarez. KNVB melarang Suarez bermain dalam tujuh pertandingan Eredivisie. Bahkan surat kabar Belanda, De Telegraaf, menyebut Suarez dengan Cannibal of Ajax.
Hukuman dari KNVB selesai, Ajax pun memerintahkan pelatih Frank de Boer untuk tidak memainkan Suarez. Dan setelah absen dalam laga melawan NAC Breda, Ajax langsung menjual Suarez pada pertengahan musim 2010-2011 ke Liverpool dengan harga 22,8 juta poundsterling atau sekitar Rp464,92 miliar.