Bursa Transfer

(Analisis) 3 Alasan Pemain Lokal Tak Dilirik Klub Liga Inggris

Selasa, 16 Juni 2015 01:16 WIB
Editor:
 Copyright:
Era Globalisasi

Seiring sejalan dengan era globalisasi saat ini, mau tak mau, suka tak suka, sepakbola pun merasakan dampaknya. Liga primer Inggris merasakan betul bagaimana dampak dari era globalisasi. Bicara dampak positif, tentu aliran uang mengalir deras untuk klub-klub yang di era 90an hanya berstatus 'klub penggembira'

Era globalisasi juga yang membuat Chelsea dan Manchester City jadi klub hebat saat ini. Miliaran poundsterling keluar dari kocek Roman Abramovich dan Mansour bin Zayed Al Nahyan untuk membangun kerajaan mereka. Raihan gelar pun dirasakan fans kedua klub ini. Hal yang mustahil kala sepakbola Inggris masih didominasi Manchester United, Arsenal dan Liverpool. 

Efek negatifnya tentu saja bagaimana semua yang mengurus klub Inggris diisi oleh para pendatang. Pembukaan akademi-akademi di seluruh dunia pun dilakukan, tujuannya mendapat talenta muda dari luar Inggris. Kondisi yang kemudian membuat produk-produk binaan West Ham United, Leeds United atau Fulham tak lagi dilirik klub-klub besar liga Inggris. 

Bayangkan untuk musim lalu saja, total 20 klub liga Inggris yang total membelanjakan hampir 835 juta poundsterling atau setara dengan Rp 16,2 triliun, tiga klub besar (Manchester United, Liverpool dan Chelsea) yang pemilik sahamnya pengusaha asing membelanjakan pemain baru dengan harga fantastis. Sayangnya semua uang itu digelontorkan untuk membeli pemain dan pelatih dari luar Inggris.  

207