Sorotan terhadap laga El Clasico yang mempertemukan Real Madrid dan Barcelona tidak cuma karena catatan persaingan kedua tim yang telah saling bergesekan sejak lama, seperti yang terjadi dalam derby yang lain.
El Clasico semakin dinanti karena laga ini mempertemukan tidak hanya dua tim raksasa Spanyol, tapi juga Eropa. Selain itu, pertandingan ini juga akan menjadi ajang pertemuan dua pemain terbaik dunia saat ini, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Namun jauh sebelum kelahiran dua peraih gelar Ballon d'Or tersebut, perseteruan Real Madrid dan Barcelona tak sekedar perebutan kemenangan di lapangan hijau. Madrid dan Barca adalah representasi ideologi yang dipegang erat para pendukungnya.
Madrid adalah lambang kediktatoran Jenderal Francisco Franco yang saat itu menjadi penguasa Spanyol. Sementara Barcelona merupakan lambang pemberontakan masyarakat Catalan yang diberangus Franco. Rivalitas keduanya semakin meruncing tatkala Presiden FC Barcelona Josep Sunyol dibunuh kaki tangan Franco.
Latar belakang pedih itu terus diwariskan oleh para pendukung kedua tim. Kesetiaan adalah hal mutlak untuk menjadi fans kedua tim ini. Karenanya segala bentuk pengkhianatan tak bisa ditolerir.
Meski demikian, kedua tim ini sebenarnya juga memberi tempat bagi tumbuhnya rasa khianat. Atas nama persaingan dan kemenangan, keduanya juga berduel berebut pemain hingga saling melakukan pembajakan. Berikut adalah lima pemain yang melakukan pengkhianatan kejam pada kedua tim.