5 Pengkhianat Besar El Clasico

Sabtu, 21 November 2015 08:14 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha
 Copyright:
Michael Laudrup

Setelah enam tahun membela Juventus, Laudrup memutuskan meninggalkan Italia dan bermain di Spanyol bersama Barcelona. Dibawah asuhan Johan Cruyff, sinar Laudrup semakin cemerlang. Ia menjadi salah satu pemain asing dari The Dream Team Barcelona selain Ronald Koeman dan Hristo Stoichkov. Kehebatan The Dream Team Barca itu disebut sebanding dengan kekuatan Ajax Amsterdam di era 1970-an. Laudrup turut memberikan sumbangsih saat Barca meraih gelar La Liga empat kali berturut-turut pada 1991 hingga 1994, Copa del Rey, serta Liga Champions.

Laudrup mulai disisihkan saat Barca merekrut Romario. Striker asal Brasil itu menjadi pilihan Cruyff saat Blaugrana tampil di final Liga Champions, menggeser Laudrup yang berujung kekalahan. Keputusan Cruyff ini berdampak panjang hingga Laudrup memutuskan hengkang ke Madrid pada 1995. 

Laudrup membantah kepergiannya itu sebagai bentuk balas dendam pada Barca. "Aku pindah ke Madrid karena klub ini sangat lapar akan kemenangan," katanya kala itu. Ditahun pertamanya bersama Madrid, Laudrup langsung mempersembakan gelar La Liga. Ia menjadi satu-satunya pemain yang meraih lima gelar juara La Liga berturut-turut dari dua klub berbeda.   

421