Potret Buram dan Masa Depan Persija

Sabtu, 28 November 2015 19:44 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono
 Copyright:

Sepanjang keikutsertaannya dalam kompetisi divisi utama PSSI, Persija Jakarta telah menjadi juara di kompetisi Perserikatan sebanyak sembilan kali dalam rentang periode 1931 sampai 1979. Sementara di kancah Liga Indonesia, Persija Jakarta berhasil keluar sebagai juara pada tahun 2001.

Selain perkasa di ajang kompetisi domestik Persija memiliki peran besar dalam memajukan sepakbola Indonesia baik ditingkat nasional dan Internasional.

Pada era 1970-1980, Persija secara konsisten menjadi pemasok terbesar pemain Tim Nasional yang mewakili Indonesia dalam sejumlah pertandingan di kancah internasional dalam agenda FIFA dan AFC maupun dalam turnamen antar negara.

Selain itu, Persija juga berperan menjadi wadah pembinaan pemain usia muda melalui sederet akademi sepakbola binaannya yang telah mencetak pemain-pemain handal.

Seperti sebuah teori yang mengatakan bahwa bola itu bundar yang dengan kata lain bisa diartikan sebuah tim tidak selamanya menang dan sebaliknya. Dalam sejarahnya Persija juga pernah merasakan pahit dan getirnya masa-masa suram baik di level kompetisi maupun di tubuh organisasi Persija itu sendiri.

Sebagai cermin bersama untuk melangkah dan menyongsong masa depan sepakbola Indonesia lebih gemilang khususnya bagi tim Macan Kemayoran di usianya yang ke-87 tahun, INDOSPORT merangkum sejumlah potret buram masa-masa suram Persija dalam mengarungi atmosfer sepakbola tanah air seperti dikutip dari skripsi Dody Dwi Adilhaksono dengan judul Persija (1970-1990), Dinamika Perkembangan Sepakbola di Jakarta. 

110