4 Hal Keraguan Terkait Pembenahan Sepakbola Indonesia

Minggu, 20 Desember 2015 10:22 WIB
Editor: Randy Prasatya
 Copyright:
Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman

Hadirnya kedua turnamen itu menang sebagai bentuk mengisi kekosongan di tengah matinya persepakbolaan Indonesia. Namun, kehadiran dua turnamen itu belum mampu untuk menjamin masa depan persepakbolaan nasional.

Setidaknya ada dua hal penting yang bisa kita lihat terkait penyelenggaraan turnamen itu. Pertama, penentuan Venue menjadi masalah yang sepertinya amat sulit bagi PT Mahaka Sport and Enterteinment selaku penyelenggara. Mereka terus memilih lokasi tempat di saat-saat yang mepet. Hal itu tentu bisa dihindari jika mereka tidak berpatokan dengan melihat terlebih dahulu tim yang lolos.

Sebagai contoh seperti saat final Piala Presiden. Mereka baru mengelurakan putusan akhir terkait lokasi pada 14 Oktober 2015 atau lebih tepatnya empat hari menjelang pertandingan digelar.

Jika mereka telah menentukan sejak awal, tentu saja mereka akan siap pula memberikan perlindungan pada para suporter yang akan bertandang ke daerah rawan gesekan.

Kedua, wasit masih belum dapat berperan dengan baik di dua turnamen tersebut. Pengadil lapangan kerap melakukan kesalahan fatal terkait keputusan-keputusannya.

250