(ANALISIS) Kebobrokan Sepakbola China di Tengah Gemerlap Pemain Bintang

Sabtu, 30 Januari 2016 01:15 WIB
Editor:
 Copyright:
Pengaturan Skor

Tindakan match fixing atau pengaturan skor terjadi secara sistematis di China. Para pemilik klub di Liga Super China di akhir 1990-an bahkan mengklaim jika mereka harus mengelurkan biaaya yang tidak sedikit dalam setiap pertandingan jika ingin melihat klub asuhan mereka memenangkan pertandingan.

Tak hanya para pemilik klub,  sponsor pun turut menarik diri setelah secara langsung melihat kebobrokan system sepak bola di negara tersebut.  Produsen mobil, Geely, menarik dukungannya dari klub di kota selatan Guangzhou pada tahun 2001, delapan bulan setelah setuju untuk berinvestasi.

“Untuk setiap pertandingan, suap satu juta, dua juta yuan [$ 120,000-240,000] harus disediakan, dan tidak seorang pejabat sepak bola atau wasit yang pernah tertangkap," ujar kepala Geely, Li Shufu.

Akhirnya, pada tahun 2007, penyelidikan kasus pengaturan pertandingan di Singapura pun dilakukan oleh pemerintah China. Sebanyak 20 orang, termasuk seorang wasit yang sebelumnya dicap sebagai wasit paling yang paling jujur turut ditangkap akibat skandal tersebut.

125