Keberanian, penuh seni, dan semangat muda. Tiga elemen itu mungkin layak untuk menggambarkan keberangkatan Arsenal menuju final Liga Champions musim 2005/06 di Stade de France.
Angan-angan untuk memeluk trofi Liga Champions tergambar dibenak seluruh pemain, manajemen, hingga fans yang memiliki hubungan dengan Meriam London. Bahkan, ini merupakan sejarah baru untuk mereka melaju ke final Liga Champions.
Tak-tik dan strategi pun dipersiapkan Arsene Wenger dengan baik. Pria yang hingga kini masih menjabat sebagai pelatih Arsenal tersebut tidak ingin kesempatan di depan mata hilang begitu saja.
"Saya pikir kami memiliki kesempatan dan mari kita mempersiapkan diri dengan baik," kata Wenger seperti dikutip dari USA Today menjelang laga puncak.
Rasa percaya diri tidak hanya tertanam di dalam skuat Arsenal. Mimpi untuk meraih gelar Liga Champions kedua juga disematkan dalam perjalan Barcelona menuju Paris. Bintang seperti Ronaldinho, Samuel Eto’o, Deco, dan Carles Puyol menjadi pemain yang cukup menakutkan.
Udara penuh ambisi dan kecemasan menyatu dengan satu ukuran yang sama di beberapa jam sebelum kick-off. Di dalam stadion telah hadir sebagian kecil awak media yang disiapkan untuk membawa berita tentang pertandingan bersejarah ini kepada dunia.
Di luar, ada ribuan pendukung - beberapa berwarna kuning, beberapa berwarna merah dan biru - semua dari mereka terlihat sangat siap ambil bagian dalam menyaksikan sejarah baru.