Legenda Olahraga

Meneropong Kisah Hidup 'Maradona dari Carpathians' (PART I)

Kamis, 7 April 2016 19:00 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono
 Copyright:
Cinta dan Awal Karier Sepakbola

"Ketika saya 6 tahun, ibu memberi saya bola sebagai hadiah. Itu kemudia saya gunakan untuk bermain di jalan-jalan. Mulai dari usia sepuluh tahun saya tidak pernah menyerah bermain sepakbola. Saya pikir saya terlahir untuk sepakbola. Saya sangat mencintai sepakbola. Sulit untuk menggambarkannya," kata Hagi.

Ya, itulah ungkapan rasa cinta Hagi terhadap dunia yang membesarkan namanya. Dan, usia 10 tahun merupakan titik awal baginya menapaki karier sepakbola. April 1975, seorang pemain muda FC Constanta membawa kabar kepada pelatihnya Losif Bukossi.

"Ada seorang anak di sekolah, dia menghancurkan semua orang."

Bukokssi yang penasaran lantas mencoba untuk menemui Hagi dan tanpa beban apa pun memberinya kesempatan untuk bermain. 

"Dia begitu kecil, saya tidak yakin sebelumnya. Tapi saya putuskan, tidak ada salahnya jika kita coba. Saya kirim anak itu ke belakang gawang," kisah Bukossi.

"Suatu ketika bola meleset dari tangkapan kiper, dia sempat memainkan bola beberapa kali sebelum mengirimnya kembali ke tengah lapangan. Caranya menendang sangat berbeda dari mereka yang pernah saya latih sebelumnya selama beberapa tahun," sambungnya.

Hagi pun memulai kariernya bermain untuk tim muda dari Farul Constanta pada tahun 1975. Bakat bermain bolanya sungguh luar biasa. Jika berlari, bola seperti lengket di kakinya. Pengatur permainan yang cerdas. Tendangan kaki kirinya pun bukan main dahsyatnya.

Hal inilah yang membuatnya kemudian dipilih oleh Federasi Sepakbola Rumania untuk bergabung bersama tim Luceafarul Bucuresti pada tahun 1980 selama dua tahun.

Pada tahun 1982, ia kemudian kembali ke Constanta, hingga satu tahun kemudian setelah usianya menginjak 18 tahun, ia pun siap untuk membuat langkah ke klub papan atas. 

Awalnya ia diarahkan untuk bergabung ke Universitatea Craiova, namun Hagi lebih memilih untuk bergabung ke Sportul Studenţesc sebelum akhirnya merapat ke Steaua Bucuresti yang mengantarkannya tampil ke final Piala Super Eropa melawan Dynamo Kyiv.

Lantas bagaimana kiprah dan prestasi yang dicapai Hagi dikancah sepakbola Eropa dan dunia? Simak lanjutan kisahnya pada edisi legenda olahraga selanjutnya.

128