Legenda Olahraga

Petualangan Bintang Barcelona Era 90-an di Pentas Eropa (PART II)

Kamis, 14 April 2016 19:00 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono
 Copyright:
Sportul Studentes-Steaua Bucuresti

Mengawali perjuangan kariernya di dunia sepakbola dengan tetesan keringat dan air mata keprihatinan dari kisah buram kehidupan masa kecilnya, Hagi pantang menyerah untuk mewujudkan cita-cita dan harapannya.

Bertahun-tahun merintis karier dan mengasah kemampuannya dari belakang gawang sebagai seorang anak gawang, kemampuan Hagi semakin matang dari hari ke hari. 

Tahun 1982 ia mulai dipercaya untuk mendapat jam terbang bersama tim senior Farul Constanta.

Satu musim menjalani debut awal profesionalnya bersama Farul Constanta di Divisi I Rumania, Hagi menunjukkan ketajaman dan visi bermainnya dengan memainkan 18 penampilan dan mengoleksi delapan gol.

Catatan tersebut cukup untuk membuktikan dirinya siap untuk mengarungi kompetisi yang lebih besar pada musim berikutnya.

Musim 1983/1984, Hagi direkrut Spurtul Bucuresti. Namun musim pertamanya tidak berjalan mulus karena tidak mendapatkan posisinya idealnya. Satu musim dilaluinya dengan hanya mencetak dua gol dengan posisinya sebagai gelandang bertahan.

Butuh satu musim bagi pelatihnya untuk menemukan sisi kejeniusan Hagi di lapangan, sebelum akhirnya ia menyumbangkan koleksi 51 golnya untuk tim dalam dua musim terakhir.

Kendati demikian, empat musim penuh perjuangan di Spurtul Bucuresti, publik sepakbola Rumania saat itu untuk pertama kalinya dihibur dengan kemampuannya melakukan tendangan bebas indahnya yang dikemudian hari menjadi ciri khas dan identitasnya.

Bakat luar biasa Hagi pun mulai dilirik tim raksasa Rumania saat itu, Steaua Bucuresti tengah membangun hegemoni di kancah sepakbola Eropa dan bersiap tampil di final Piala Super Eropa melawan Dynamo Kiev. 

Hagi pun bergabung bersama dengan perjanjian awal sebagai pemain cabutan dengan kontrak satu pertandingan di partai final. 

Tampil sebagai pemain cabutan Hagi tampil luar biasa karena selain berperan penting dalam mengatur ritme permainan ia juga berhasil mencetak satu-satunya gol yang membawa tim memenangkan trofi.

Steaua yang terkesan dengan penampilannya pun enggan melepasnya dan memaksanya untuk bertahan untuk tidak kembali ke Spurtul Bucuresti.

Hagi pun akhirnya berlabuh di Steaua Bucuresti setelah menandatangani kontrak tiga tahun mulai dari 1987 hingga 1990. Tiga tahun di Steaua, Hagi tampil produktif dengan mencetak 76 gol dari 97 penampilan.

Catatan tersebut berhasil mengantarkan Steaua tiga kali meraih gelar juara Liga dan Piala Rumania pada tahun 1987, 1988, dan 1989. Hagi juga mengantarkan Steaua ke partai semifinal Piala Eropa.

Kiprahnya itu berhasil menarik minat klub besar Eropa seperti AC Milan dan Bayern Muenchen yang tengah berada pada masa keemasan untuk memboyongnya. Namun Hagi menolak.