Nama pelatih asal Jerman, Jurgen Klopp seakan menjadi garansi setelah kiprahnya bersama Borussia Dortmund pada rentang 2008 hingga 2015 dinilai sukses.
Bagaimana tidak, dalam rentang waktu tersebut Klopp sukses mengantarkan Dortmund mematahkan dominasi Bayern Munchen di pentas Bundesliga dengan menjuarai kompetisi tertinggi di negara Jerman itu sebanyak dua kali secara beruntun pada musim 2010/11 dan 2012/13.
Sayang, Die Borrusien gagal melanjutkan dominasinya sebagai yang terkuat setelah dua musim berikutnya (musim 2013/14 dan 2014/15), Klopp hanya mampu mengantarkan Dortmund menjadi runner up Bundesliga.

Wajah murung Klopp usai takluk dari Sevilla di partai final Liga Europa musim 2015/16.
Keberhasilan Klopp tersebut membuat klub raksasa Liga Primer, Liverpool yang tampil limbung pada awal-awal musim 2015/16 tertarik untuk menggunakan jasanya.
Liverpool menunjuk Klopp sebagai pelatih untuk menggantikan Brendan Rodgers yang dinilai gagal mendongkrak performa klub asal Merseyside itu.
Klopp memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama Dortmund pada akhir musim 2014/15 pun sepakat untuk menerima pinangan klub yang sempat menjadi penguasa di kasta tertinggi kompetisi sepakbola Inggris pada dekade 70-an hingga akhir 80-an.

Wajah kusut Klopp saat gagal mengantarkan Liverpool memenangkan Piala Liga Inggris musim ini.
Namun di balik kinclongnya prestasi Klopp di Bundesliga, pelatih eksentrik itu ternyata menyimpan sederet kesialan di beberapa partai final yang sempat ia lakoni bersama klub besutannya.
Borok itu mulai terkuak setelah Klopp gagal membawa Liverpool meraih trofi Piala Liga dan Liga Europa musim ini padahal peluang itu sudah di depan mata.
Ya, dari enam kali penampilan Jurgen Klopp di partai final bersama tim besutannya, pelatih bergaya eksentrik itu hanya mampu satu kali merengkuh kemenangan saat Dortmund menaklukkan Bayern Munchen di final DFB Fokal pada musim 2011/12.
Sisanya, Klopp seperti selalu mendapat kutukan saat tampil di partai final. Lebih jelasnya, berikut INDOSPORT mengulas rekam jejak kesialan Jurgen Klopp di partai final.