Liga Champions

Atletico Madrid dan 5 Kisah Sedih Kekalahan di Final Liga Champions

Minggu, 29 Mei 2016 11:28 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha
 Copyright:
Ataturk Olympic Stadium, 2005

Laga final Liga Champions 2004/2005 antara Liverpool dan AC Milan berakhir serupa dengan final Liga Champions musim ini. Milan yang telah unggul sejak menit pertama harus merelakan kemenangannya direbut Liverpool lewat drama adu penalti. 

Kapten Paolo Maldini dengan cepat membawa keunggulan bagi Milan lewat golnya di menit pertama. Herman Crespo menambah dua gol di menit 39 dan 44. 

Liverpool bangkit di babak kedua dengan mencetak tiga gol hanya dalam waktu enam menit. Steven Gerrard membuka gol The Reds di menit 54. Vladimir Smicer menyusul dua menit kemudian. Dua gol ini praktis membuat mental The Reds kembali melambung, apalagi Xabi Alonso kemudian menyamakan kedudukan di menit 60.

Setelah babak tambahan tak merubah keadaan, laga berlanjut ke babak penalti. Disinilah petaka menimpa Rossoneri. Dua kali penalti awal yang dieksekusi Serginho dan Andrea Pirlo gagal menembus gawang Jerzy Dudek. 

Sementara dua penalti awal Liverpool yang dieksekusi Dietmar Hamann dan Djibril Cisse sukses memberi keunggulan. Sempat gagal kala penalti dieksekusi John Arne Riise, pasukan Rafael Benitez mengklaim kemenangan lewat penalti mulus Vladimír Smicer. 

Fans Liverpool yang sejak awal pertandingan menahan cemas berteriak kesetanan. Atatürk Olympic Stadium, Istanbul, Turki pun bergemuruh. Sementara para pemain Rossoneri menahan tangis dibawah komando Carlo Ancelotti. 

1.4K