Baduy FC, Pertarungan dengan Hukum Adat, Cita-cita ke Pentas Nasional dan Fans Chelsea
Andi S Trisnahadi ialah salah satu orang dibalik berdirinya klub Baduy FC pada April 2015 lalu. Saat dihubungi INDOSPORT, Andi mengatakan asal mula ia bisa mendirikan klub sepakbola ini,
"Saya sudah berteman sudah cukup lama dengan orang-orang Baduy. Ada fenomena menarik di 2012 lalu saat di Baduy mulai banyak anak-anak dan pemuda Baduy yang bermain sepakbola," kata Andi.
Andi menambahkan dari sekedar hobi semata, orang Baduy yang suka bermain sepakbola ini kemudian membuat klub-klub kecil untuk menyalurkan hobi merkea tersebut.
"Klub-klub ini sering main tarkam dengan klub lain yang berasal dari desa-desa di luar Baduy. Namun negatifnya dari tarkam ini kemudian sering kejadian bentrok antara warga," kata Andi.
Sejumlah tetua-tetua adat Baduy pun sempat melarang namun kata Andi ada keinginan kuat dari para pemuda ini untuk terus bisa mengolah si kulit bundar. Atas dasar itu, pada akhirnya Andi dan sejumlah suku baduy luar coba menampung apresiasi para pemuda ini dan membuat klub bernama Baduy FC.
"Keinginan mereka untuk bermain bola sangat kuat. Di Baduy itu, pakaian sehari-hari mereka selain Jamang Sangsang (pakaian adat suku Baduy) ialah jersey klub sepakbola," kata Andi.