Baduy FC, Pertarungan dengan Hukum Adat, Cita-cita ke Pentas Nasional dan Fans Chelsea

Senin, 30 Mei 2016 14:56 WIB
Editor:
© Rimin (Suku Baduy)
Anak Jaro Dainah, salah satu tim Baduy FC, penggemar klub Chelsea. Copyright: © Rimin (Suku Baduy)
Anak Jaro Dainah, salah satu tim Baduy FC, penggemar klub Chelsea.
Menuju pentas nasional dan internasional

Setelah berdiri, lantas apa yang dilakukan manajemen Baduy FC. Andi selaku manajer klub menyebutkan bahwa mereka membangun platform yang kuat untuk membuat klub ini menjadi klub profesional. 

"Langkah pertama kami tentu saja mendaftarkan klub ini ke PSSI prov Banten. Klub ini harus diakui terlebih dahulu. Setelah itu, kami tengah berupaya mendekati beberapa pihak seperti sponsor dan lembaga negara terkait untuk membuat kami kuat," kata Andi. 

Maklum saja, salah satu permasalahan klub ini ialah persoalan finansial. Selama ini perputaran klub didanai oleh dana urunan dari manajemen klub. 

"Bahkan saat kami didatangi salah satu media di Jakarta, kami mendapat bantuan jersey untuk anak-anak berlatih. Mereka semua sangat senang dan bersemangat untuk terus gapai mimpi main di level nasional," kata Andi. 

Andi menyebut selama ini mereka berlatih dengan hanya mengandalkan 3 bola yang sudah usang serta peralatan seadanya. 

"Kami tidak patah arang, kabar terbaru kami baru mendapat apresiasi dari Badan Olahraga Profesional (BOPI). Mereka sangat perhatian kepada kami, saya sempat diundang ke Jakarta untuk bertemu mereka. BOPI menjanjikan akan membantu kami dalam banyak hal, termasuk dalam hal koneksi ke pihak sponsor," kata Andi. 

Di luar itu, skuat Baduy FC pun tiap harinya saat ini fokus untuk terus berlatih sepakbola. Salah satu fokus perhatian dalam latihan ialah soal mengasah skill mereka bermain sepakbola. 

476