3 Hal di Balik Aktifnya Juventus pada Bursa Transfer
Menginjak tahun keenam, kehadiran Giuseppe Marotta menjadi nyawa lain bagi Juventus. Sosok yang akrab disapa Beppe ini dikenal sebagai salah satu negosiator ulung di dunia transfer.
Marotta bergabung dengan Juventus usai menggantikan Alessio Secco yang dinilai payah dalam membeli pemain. Berbeda dengan Secco yang masih hijau di dunia transfer, Marotta mulai memperlihatkan kelasnya dalam berbelanja.
Salah satu keahlian Marotta adalah menekan harga pemain yang masuk dalam daftar belanja Juventus. Alessandro Matri, Milos Krasic, Mirko Vucinic dan Arturo Vidal adalah contoh sukses negosiasi Marotta di awal kariernya bersama Juventus.
Selain jago menawar harga pemain, Marotta juga ahli dalam mencicil pembayaran. Bahkan publik Italia mengenalnya sebagai Raja Kredit di Serie A Italia.
Arturo Vidal dan Alesandro Matri adalah pemain yang didatangkan Marotta dengan kredit. Juventus bisa mencicil nilai transfer mereka selama tiga tahun untuk membayar.

Arturo Vidal menjadi salah satu keberhasilan Juventus melakukan strategi kredit di bursa transfer.
Strategi ini dilakukan Marotta bukan tanpa alasan. Kala itu Juventus tengah membangun stadion baru, sehingga keuangan mereka terkuras dalam proses pembangunan ini.
Selain itu, Italia juga menjadi salah satu negara yang terkena krisis keuangan Eropa. Inilah yang membuat strategi Marotta cukup jitu kala itu.
Akibatnya Marotta harus selektif dalam berbelanja. Juventus tidak jarang juga mendapatkan pemain yang dianggap sudah hampir habis agar mendapatkan harga murah ataupun gratisan.
Strategi transfer ini terus berlanjut hingga saat ini. Tidak sedikit pemain hasil kreditan Juventus yang berhasil menjadi bintang baru.
Strategi ini dianggap sehat bagi neraca keuangan Juventus. Situasi ini bahkan membuat Juventus berhasil menjawarai Serie A Italia selama 5 tahun terakhir, meski dengan skuat yang didapat dari hasil kredit dan setengah 'buangan'.