3 Laga WO di Liga Indonesia yang Paling Kontroversial

Selasa, 9 Agustus 2016 17:17 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto
 Copyright:
Persik Kediri vs Persebaya Surabaya

Persik Kediri awalnya tidak mendapatkan izin menggelar pertandingan melawan Persebaya Surabaya lantaran dikhawatirkan terjadi kericuhan karena kedatangan ribuan Bonek Mania.

Setelah dirundingkan, pertandingan yang harusnya digelar pada Kamis, 29 April 2010 itu akhirnya dipindahkan ke Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Namun, pada hari pertandingan, Persik selaku tuan rumah tidak hadir sehingga wasit menggelar seremoni kemenangan WO untuk Persebaya yang sudah berada di lapangan sesuai jadwal.

Kontroversi hebat kemudian terjadi ketika PT Liga Indonesia, selaku operator membatalkan kemenangan WO Persebaya, dan menjadwalkan ulang pertandingan terakhir di ISL 2009/2010 itu dengan pemindahan lokasi ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Dan di hari pertandingan pada Minggu, 8 Agustus 2010, giliran pihak Persebaya yang tidak hadir di lapangan sehingga diputuskan Persik menang WO dengan skor 3-0. 
Imbas dari insiden tersebut, Persebaya dan Persik akhirnya terdegradasi ke Divisi Utama karena menempati urutan terbawah di klasemen ISL. Secara berurutan, Persik Kediri menduduki posisi ke-16 dengan 39 poin, diikuti Persebaya dengan 36 poin.

Sedangkan Pelita Jaya yang hanya unggul selisih gol dengan Persik, Finis Di peringkat ke-15 dan terselamatkan karena berhak menjalani laga play-off untuk bertahan di ISL musim depan dengan menghadapi Persiram Raja Ampat, yang finish sebagai tim peringkat empat Divisi Utama.

Laga tersebut akhirnya melahirkan dualisme Persebaya. Persebaya 1927 dan Surabaya United.

70