(EKSKLUSIF) Kisah Maradona Indonesia, Penyuka Ketoprak yang Kini Main di Liga Qatar
Iwan Kuswanto yang dihubungi INDOSPORT via email mengatakan sebagai orang tua, ia sama sekali tidak khawatir dengan karier Abdurrahman di Qatar.
Iwan juga menyebut bahwa sampai saat ini, Abdurrahman tidak memiliki kendala selama berkarier di Qatar.
"Alhamdulillah Abdurrahman sampai saat ini tidak ada kendala sedikitpun dia enjoy saja di klubnya Al Wakrah SC dan di Academy Aspire Qatar," kata Iwan.
Ditambahkan Iwan, program sepakbola di Qatar cukup terstruktur dan menjangkau semua orang yang memiliki talent di lapangan hijau.
"Karena di sini program grassroot berjalan sangat baik sekali sesuai dengan yang diterapkan di negara-negara yang sepakbolanya maju seperti Eropa, jadi arah dan tujuannya jelas. Pembinaan usia dini tertata rapi sesuai dengan kelompok umur dan juga kompetisi di sini selalu berkelanjutan setiap musimnya," kata Iwan.
Terkait soal biaya yang dikeluarkan, Iwan mengaku bahwa sampai saat ini, ia belum mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk perkembangan karier Abdurrahman.
" Alhamdullillah juga buat perkembangan karier Abdurrahman di Qatar, kami tidak mengeluarkan sedikitpun biaya. Hal itu, sejak Abdurrahman bergabung di klub professional Al Wakrah SC di umur 5 tahun dan Aspire Academy sejak umur 8 tahun," kata Iwan.
Iwan bahkan mengatakan bahwa Abdurrahman juga mendapat uang saku dari klub yang ia bela. Abdurrahman mendapat uang saku sebesar 250 Riyal Qatar atau setara dengan Rp900.000 (dengan kurs Rp3.600 per 1 Riyal).
"Klub juga memberi dan menyediakan semua fasilitas dari mulai seragam, sepatu, sampai jemputan," kata Iwan.
Itu 'privilege' yang didapat Abdurrahman dari klub Al Wakrah SC, sedangkan fasilitas yang didapat dari Academy Aspire Qatar, penyuka makanan ketoprak ini mendapat full fasilitas apabila bertanding di luar negeri, mulai dari visa, hotel pesawat, dan hal lainnya.
"Biasanya Abdurrahman juga mendapat bonus sebesar 200 Riyal tiap habis selesai bertanding di Qatar Star League Junior," kata Iwan.