(EKSKLUSIF) Kisah Maradona Indonesia, Penyuka Ketoprak yang Kini Main di Liga Qatar
Perkembangan karier bocah yang berposisi sebagai penyerang ini makin terasah. Ia terus mendapat tempat utama di klub yang ia bela, Al Wakrah SC.
Bahkan saat ia masih berumur 8 tahun, ia memborong empat gol saat Al Wakrah SC mengalahkan Al Rayyan SC di Qatar Star League Junior pada 29 November 2014 lalu.
Abdurrahman pada Februari 2016 lalu sukses mengantarkan Aspire Academy meraih gelar juara pada event International Triseries Tournament. Tidak itu saja, sebagai pemain berposisi penyerang, Abdurrahman ialah penyerang subur.
Pada musim 2014/15, ia berhasil menorehkan catatan impresif dengan mengemas total 42 gol, sedangkan di musim 2015/16 Iwan sukses membukukan 37 gol.
"Insya Allah apabila saya dikasih rejeki oleh Allah SWT rencana saya yaitu tetap men-support anak saya untuk berkarier di luar negeri sampai menjadi pemain dunia yang hebat di masa yang akan datang," kata Iwan.
Iwan pun menyebut bahwa karier sepakbola Abdurrahman tidak mengganggu pendidikan yang ia terima,
"Alhamdulillah Abdurrahman bisa mengikuti pelajaran sekolah dengan baik dan mendapat nilai-nilai yang memuaskan walaupun sangat sulit dan sempit untuk membagi waktu antara sekolah dan latihan sepakbola sehari-harinya hanya punya satu hari libur saja yaitu hari Jumat," kata Iwan.
Abdurrahman malah kata Iwan tidak hanya fokus pada sepakbola. Di sekolahnya, Abdurrahman juga tercatat sebagai sprinter terbaik.