Profil Tim Grup B Piala AFF 2016: Malaysia
Memang Tim Nasional Malaysia baru sekali meraih trofi juara Piala AFF, yaitu saat sukses mengalahkan Indonesia di babak final pada 2010. Tapi, hal tersebut tidak bisa menjadi acuan kehebatan yang dimiliki oleh tim yang identik dengan jersey berwarna kuning-hitam tersebut.
Catatan tujuh kali menembus babak semifinal- pada 1996, 2000, 2002, 2004, 2007, 2010, 2012, dan 2014, dan sukses tiga kali melangkah ke final, cukup menggambarkan betapa kuatnya tim asuhan Ong Kim Swee tersebut dalam tiap pagelaran Piala AFF.
Pada bulan Agustus tahun 1993, Malaysia mencatatkan rekor tertinggi pada ranking FIFA, yaitu peringkat 75. Sayang catatan positif tersebut tidak pernah bisa mereka ulangi. Saat ini Malaysia menempati peringkat 164 dalam ranking FIFA, unggul dari Kamboja (167), Singapura (171), serta Indonesia (179).
Pada Piala AFF 2016, Malaysia Tergabung di grup B. Hal itu membuat mereka akan bersaing dengan tuan rumah Myanmar, Vietnam, serta Kamboja. Meski awalnya dinilai banyak pihak akan lolos dari fase grup dengan cukup mudah, hasil kurang memuaskan yang diraih pada beberapa laga uji coba menunjukkan hasil yang berbeda.
Dalam tur Oseania mereka hanya menghasilkan satu kemenangan atas New Caledonia (2-1), imbang dengan Fiji (1-1), dan kalah dari Papua Nugini (2-0). Usai tur tersebut, Malaysia kembali meraih kekalahan saat takluk dengan skor telak 3-0 dari Indonesia, serta dua kali imbang dengan Singapura (0-0) dan Afghanistan (1-1). Bahkan, saat melawan Timnas Malaysia U-22 pada 11 November lalu, mereka hanya mampu menang tipis dengan skor 4-3.
Rangkaian hasil buruk dalam beberapa laga uji coba tersebut tentu saja membuat publik sepakbola Malaysia merasa ragu timnya bisa kembali minimal mengulangi pencapaian mereka pada Piala AFF 2014, menjadi runner up.
Dalam evaluasi yang dilakukan usai uji coba terakhir, melawan Malaysia U-22, pelatih Tim Nasional Malaysia, Ong Kim Swee, menilai timnya masih butuh banyak perbaikan di sisa waktu yang ada. Namun, kondisi yang sama juga terjadi pada dua tahun lalu, di mana sebelumnya mereka tak begitu diperhitungkan namun mampu lolos hingga ke partai final.