Menularkan Virus Dukungan dari Suporter Klub Lokal ke Timnas Indonesia
Menonton klub kebanggaan bertanding ke kandang lawan selalu menggairahkan. Banyak atmosfir yang tidak ditemukan ketika menonton di kandang sendiri. Mulai dari resiko perjalanan jauh, biaya yang tak murah, mengelabui jadwal aktifitas, sampai dengan ancaman dari suporter lawan. Namun, segala kemungkinan hambatan tersebut akan menjadi suatu tantangan ketika melakukan perjalanan yang mendebarkan, yakni 'awaydays'.
Budaya awaydays dalam ruang lingkup kelompok suporter Indonesia bukanlah hal yang baru menjadi kebiasaan. The Jakmania misalnya, mereka pernah melakukan perjalanan jauh guna mendukung tim kebanggaannya, Persija Jakarta pada 15 tahun yang lalu, saat berhadapan dengan tuan rumah PSM Makassar di Stadion Mattoangin, Sulawesi Selatan.
Ratusan The Jakmania rela menempuh perjalanan sepanjang 1589 km dari Jakarta ke Makassar dan beberapa hari terombang-ambing di lautan. Dengan menggunakan kapal laut, mereka menerjang badai lautan Untuk Mendukung tim Macan Kemayoran. Berkat dukungan dari The Jakmania yang jauh-jauh datang dari Jakarta, Persija sukses memberikan hadiah kepada para pendukungnya tersebut berkat kemenangan 1-0 atas tim tuan rumah.
Mereka menyebutnya sebagai tur tandang, namun dengan masuknya faham budaya suporter benua Biru yang terkenal dengan 'awaydays'nya, maka penyebutan tur tandang semakin terkikis dengan budaya baru dari Eropa tersebut.
Penerapan virus awaydays dari klub lokal telah menyebar hingga ke Tim Nasional. Suporter Persebaya Surabaya, Bonek menjadi pionir dengan menenami Timnas kala bermain di Malaysia pada ajang Piala AFF 2004 lalu. Selang enam tahun kemudian, ratusan Bonek juga berduyun-duyun menginvasi Stadion Bukit Jalil, Malaysia guna mendukung Skuat Garuda di partai final Piala AFF 2010 menghadapi tuan rumah Malaysia.
Di Piala AFF kali ini, Timnas selalu ditemani oleh para pendukungnya kala menjalani laga penyisihan di Manila, Filipina. Tercatat, ribuan suporter Indonesia mendukung perjuangan Boaz Solossa dan kawan-kawan ketika bersua Thailand di laga perdana. Mereka juga menyiapkan segala kebutuhan untuk beraksi di tribun, seperti drum hingga bendera Indonesia berukuran raksasa.
Indonesia akan lebih dulu menggelar laga final leg pertama yang akan berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Rabu (14/12/16). Setelah itu, anak asuhan Alfred Riedl akan bertandang ke Negeri Gajah Putih untuk melangsungkan pertandingan hidup mati selang tiga hari kemudian.

Suporter Tanah Air diharapkan tetap setia mendukung Timnas Indonesia ketika bermain di laga tandang.
Untuk itu, Skuat Garuda membutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia, terutama suporter yang akan hadir langsung di Stadion Rajamangala, Thailand yang berkapasitas sekitar 65.000 penonton. Merujuk dari aturan FIFA, di mana suporter tim lawan mendapat jatah beberapa persen tiket dari total kapasitas stadion, makan jatah tersebut akan dimaksimalkan oleh suporter Timnas yang berniat melakukan awaydays ke Thailand.
Yang pasti, dengan dukungan suporter Timnas pada laga tandang di Bangkok nanti, sedikitnya akan memberikan pengaruh terhadap mental para penggawa Skuat Garuda dalam menjalani laga penuh ketegangan kontra Thailand yang akan mendapat sokongan dari puluhan ribu pendukungnya.
Suporter Indonesia juga akan menunjukkan, bahwa awaydays juga bisa dilakukan bukan hanya untuk mendukung klub kebanggaan, namun juga untuk negara yang dicintainya.
Penulis: Muhammad Adiyaksa