Sejak melakoni debut internasional pertamanya pada 13 Mei 1934, hari ini, Sabtu (17/12/16) pukul 19:00 WIB nanti, Timnas Indonesia akan berada di titik yang sangat ditunggu-tunggu mayoritas masyarakat Indonesia. Meraih gelar.
Prestasi tertinggi sepakbola negeri ini memang sudah sangat lama sekali dicatatkan. Sangat wajar, pasalnya sejak meraih gelar medali perunggu di SEA Games 1999 (jika bisa masukkan, gelar Piala Kemerdekaan 2008 bisa dibilang 'prestasi'), Timnas Indonesia lebih banyak berkutat permasalahan internal. Tak jauh berbeda dengan apa yang dialami negeri ini.
Dalam hitungan jam, 'kutukan' Piala AFF yang hanya mampu menempatkan negeri ini 4 kali sebagai runner up berusaha dipupus oleh penggawa Timnas saat ini. Peluang untuk menciptakan sejarah yang mungkin tercipta.
Keunggulan agregat 2-1 di pertemuan pertama jadi modal yang sangat bagus. Meski melawat ke kandang lawan, Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, semangat membara dan kepercayaan diri yang terkontrol jadi modal yang sangat berharga.
Sejumlah suntikan pemompa semangat pun coba diberikan ke penggawa Timnas. Mulai dari kalangan masyarakat umum, artis, walikota, hingga Presiden ramai-ramai memberi energi positif ke Boaz Solossa dan kawan-kawan. Serangkaian analisis 'cocoklogi' hingga beraroma mistis yakni analisis primbon pun keluar ke khalayak untuk memompa semangat Timnas Indonesia.
Fenomena ini jadi wajar karena masyarakat Indonesia memang tengah berharap dahaga ini terbayar lunas lewat perjuangan tak mengenal Timnas Indonesia di final leg kedua Piala AFF 2016: