Piala AFF 2016

Menanti Dahaga Ini Terbayar Lunas Lewat Keringat Boaz Solossa dan Kawan-kawan

Sabtu, 17 Desember 2016 16:08 WIB
Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPOSRT
Aksi selebrasi pemain Indonesia setelah kalahkan Thailand dengan skor 2-1. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPOSRT
Aksi selebrasi pemain Indonesia setelah kalahkan Thailand dengan skor 2-1.
Seruan pembangkit mental

Kiprah Timnas Indonesia hingga bisa tembus babak final Piala AFF 2016 sebenarnya di luar dugaan. Target yang dicanangkan hanya menebus semifinal. Namun Boas Solossa Cs melampaui target tersebut. 

Meski bukan final pertama, kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF tahun ini memang terasa lebih spesial. Banyak faktor yang membuat laga ini terbilang sangat spesial. 

Yang pertama tentu saja ini kiprah pertama Timnas setelah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membekukkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), pembekuan yang berujung pada pelarangan bertanding Timnas dari Federation Internationale de Football Association (FIFA). 

Setelah Surat Keputusan (SK) Kemenpora soal PSSI dicabut dan FIFA juga mencabut hukuman tersebut, Timnas mulai membangun tim untuk Piala AFF 2016, proses pembentukan tim yang tergolong sangat cepat. 

Tak mengherankan jika kemudian saat Timnas bisa tembus babak final dan unggul sementara 2-1 atas Thailand, harapan untuk bisa merengkuh juara pun membuncah di seluruh rakyat Indonesia. 

Seruan untuk mengangkat mental skuat Timnas pun mulai mengalir dari pelbagai pihak. Jika menelisik di pertandingan leg pertama, yang dibutuhkan oleh skuat Timnas di leg kedua memang pembangkit mental. 

Berstatus 'spesial runner up' di Piala AFF melawan juara bertahan memang dibutuhkan mental yang sangat tinggi. 

Dukungan untuk memperkuat mental diserukan banyak pihak, seperti dari pasangan calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, 

"Timnas kita sudah semangat kok. Kita percaya masa depan sepakbola kita masih ada. Yakin aja," ujar Ahok saat mengunjungi Skatepark Kalijodo. 

Hal senada juga diutarakan oleh lawan Ahok,  Anies Baswedan. Anies bahkan dikabarkan menonton langsung laga final di Bangkok. 

”Permainan timnas menunjukkan kepada kita bahwa permainan yang cantik akan kalah dengan kolektivitas serta semangat juang tinggi,” kata Anies.

Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

“Kita menginginkan Timnas Indonesia menang, karena ini sudah satu kaki, satu langkah ada di tangga juara. Kami meyakini semangat yang ada,” ujar pria berusia 53 tahun tersebut di situs resmi Seskab.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) pun tak ketinggalan memberi semangat motivasi ke skuat Timnas. 

"InsyAllah (menang), kita berdoa semoga Tuhan mendukung," kata JK. 

2K