Liga 1

3 Faktor yang Bikin Persija Dibayangi Masa Kelam Musim Lalu

Rabu, 17 Mei 2017 20:48 WIB
Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor: Ramadhan
© Herry Ibrahim/Indosport
Para pemain Persija Jakarta saat melakukan selebrasi gol. Copyright: © Herry Ibrahim/Indosport
Para pemain Persija Jakarta saat melakukan selebrasi gol.

Persija Jakarta mengawali kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 dengan apik. Kemenangan di kandang Persiba Balikpapan dengan skor 2-0 menjadi torehan positif Macan Kemayoran menyambut musim baru di Liga 1.

Namun, jalan Persija mengarungi kompetisi tidak semudah yang dibayangkan. Setelah menang di laga pertama, Macan Kemayoran mengukir rekor buruk pada laga-laga berikutnya.

Menjamu Barito Putera di pekan kedua, Persija hanya meraih hasil imbang 1-1. Berikutnya, mereka menelan kekalahan di rumah PSM Makassar (0-1). Selanjutnya, Persija takluk di kandang sendiri dari Madura United (0-1), dan Persela Lamongan (0-1) di markas lawan.

Sebelum laga menghadapi Mitra Kukar, nada sumbang menuntut pelatih Stefano Cugurra Teco untuk meletakkan jabatannya mulai terdengar. Puncaknya, setelah Macan Kemayoran tumbang di rumah sendiri melawan Naga Mekes (0-1). Desakan untuk menuntut Teco mundur menggema di Stadion Patriot Chandrabaga, tempat Persija menggelar laga kandang.

Kini, Macan Kemayoran nihil kemenangan dalam lima laga terakhir. Butuh sembilan pertandingan lagi untuk menyamai pencapaian buruk Persija pada musim lalu.

© Herry Ibrahim/Indosport
Skuat Persija Jakarta melakukan latihan ringan jelang melakoni laga kedua Liga 1 melawan Barito Putera di Lapangan Sutasoma, Halim, Jakarta Timur, Selasa (18/04/17). Copyright: Herry Ibrahim/IndosportSkuat Persija Jakarta melakukan latihan ringan jelang melakoni laga kedua Liga 1 melawan Barito Putera di Lapangan Sutasoma, Halim, Jakarta Timur, Selasa (18/04/17).

Total, dari enam pertandingan yang telah dilalui, Macan Kemayoran hanya meraup lima poin. Posisi 15 jadi konsekuensi rekor buruk Persija tersebut.

Start buruk Persija di awal musim ini jauh berbeda dengan capaian yang mereka alami di musim lalu. Ketika itu, Persija bertengger di peringkat kelima sampai dengan pekan keenam. Sebelum masa kelam menghampiri klub ibu kota pada sepekan berikutnya.

Menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang ketika itu belum direnovasi, pertandingan terpaksa dihentikan di tengah jalan akibat kerusuhan penonton. Bahkan, Persija dinyatakan kalah Walk Out (WO) oleh PSSI.

Setelah itu, Macan Kemayoran gagal meraup poin penuh pada 14 pertandingan berikutnya. Berkaca pada hal itu, bukan tidak mungkin Persija mengalami situasi yang sama seperti musim lalu. Namun bedanya, masa kelam Persija dialami pada awal musim. Bukan pada pertengahan hingga akhir kompetisi.

Kondisi internal Persija di musim ini sangat jelas berbeda ketimbang tahun lalu. Macan Kemayoran kini dapat bermain di ‘rumah’ sendiri dengan limpahan dukungan dari suporter, memiliki tempat latihan tetap, mess serta yang terbaru bus anyar. Aspek-aspek tersebut tidak dimiliki Persija dalam beberapa tahun belakangan.

INDOSPORT mencoba menganalisis secara ringan beberapa faktor yang membuat Persija gagal menjalankan masa transisi yang mereka alami sejak musim lalu. Berikut sajiannya kepada pembaca setia.

580