Liga 1

3 Faktor yang Bikin Persija Dibayangi Masa Kelam Musim Lalu

Rabu, 17 Mei 2017 20:48 WIB
Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor: Ramadhan
© Herry Ibrahim/Indosport
Persija Jakarta vs Barito Putera Copyright: © Herry Ibrahim/Indosport
Persija Jakarta vs Barito Putera
Strategi Monoton

Dari enam laga awal Liga 1, pernah sekalipun pelatih Stefano Cugurra Teco memainkan formasi selain 4-3-3? Jawabannya, tidak pernah.

Juru racik asal Brasil itu merupakan penyuka berat formasi 4-3-3 menurut situs transfermarkt. Memang benar, dari masa awal persiapan, hingga berlangsungnya kompetisi, sangat jarang mantan arsitek Navy FC dari Liga Thailand tersebut menerapkan formasi berebda.

Jika menilik secara detail, pakem 4-3-3 milik Teco mengandalkan serangan dari sayap. Sebab, tiga gelandang tengah milik Persija kurang kreatif dalam membangun serangan serta mendistribusikan bola ke lini depan.

Sandi Sute dan Rohit Chand merupakan tipe pemain perusak permainan lawan. Sedangkan Irfandy Zein, belum diketahui kualitas yang menonjol dari pemain muda tersebut.

Melebar ke sisi sayap, Persija kerap mengandalkan Ambrizal Umanailo dan Bruno Lopes. Terkadang, bek sayap seperti Ismed Sofyan dan Rezaldi Hehanusa turut ikut menopang lewat tusukannya.

© Herry Ibrahim/Indosport
Perebutan bola antara pemain Persija Jakarta melawan Mitra Kukar. Copyright: Herry Ibrahim/IndosportPerebutan bola antara pemain Persija Jakarta melawan Mitra Kukar.

Sewaktu-waktu serangan dari sisi sayap mentok, Persija tidak memiliki pemain tengah dengan daya jelajah tinggi. Tidak ada nama Ramdani Lestaluhu sebagai satu-satunya playmaker yang dimiliki Macan Kemayoran pada enam laga awal. Walaupun sebenarnya, Ramdani merupakan pemain sayap yang bertransformasi sebagai gelandang serang sejak musim lalu.

Dengan komposisi pemain yang ada, Teco pun kelihatan bingung mengembangkan strategi yang diterapkannya. Persija masih melakukan kebiasaan jelek di musim lalu. Umpan-umpan panjang yang kurang efektif masih terus diandalkan kalau serangan yang dibangun mentok di tengah jalan.

Ketiadaan peran playmaker terlihat jelas sebagai kelemahan terkuat Persija di musim ini. Sepeninggal Robertino Pugliara, Macan Kemayoran seperti kehilangan kepingan terpenting dalam sebuah skuat.

580