In-depth

Seandainya Persib Bandung Punya Marko Simic

Kamis, 1 Maret 2018 07:28 WIB
Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Media Persija
Penyerang asing Persija Jakarta, Marko Simic. Copyright: © Media Persija
Penyerang asing Persija Jakarta, Marko Simic.

Tak bisa dipungkiri, sepakbola merupakan olahraga yang paling populer di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Perlu bukti? Lihat saja, hampir setiap pertandingan sepakbola, mulai dari level amatir hingga profesional selalu ramai penonton.

Selain itu, Indonesia juga menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki banyak klub. Dari Sabang sampai Merauke, setidaknya ada puluhan hingga ratusan klub yang tentunya memiliki pemain bertalenta.

Di antara banyaknya klub-klub tersebut, ada satu klub yang bisa dibilang selalu menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena memiliki basis penggemar yang banyak, tapi juga sejumlah prestasi mentereng.

© INDOSPORT
Momen Persib Bandung saat juara Liga Indonesia 2014. Copyright: INDOSPORTMomen Persib Bandung saat juara Liga Indonesia 2014.

Klub tersebut adalah Persib Bandung, yang merupakan manifestasi terbaik sepakbola se-Jawa Barat. Berdiri sejak 14 Maret 1933 silam ketika masih mengusung nama, Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond, Persib menjadi salah satu klub tertua dan sudah melanglang buana di Tanah Air.

Sejak era Perserikatan, klub berjuluk Maung Bandung tersebut sudah menjadi langganan juara. Total lima kali mereka meraih gelar juara. Mereka juga menjadi klub pertama dalam sejarah yang berhasil meraih gelar juara Piala Presiden pada 2015 lalu.

Namun, sekarang ini, tim yang identik dengan warna biru itu seperti klub semenjana, yang mati segan hidup pu tak mau. Contohnya, lihat saja performa mereka sepanjang perhelatan Liga 1 musim 2017 lalu.

Kerusuhan Bobotoh karena kecewa dengan penampilan Persib Bandung. Copyright: Twitter@Ultrasunda1933Kerusuhan Bobotoh karena kecewa dengan penampilan Persib Bandung.

Di turnamen yang digelar mulai 15 April hingga 12 November 2017 tersebut, Persib hanya mampu finis di peringkat 13 dengan koleksi 41 poin saja. Dari total 34 pertandingan, Persib hanya bisa meraih sembilan kemenangan, sisanya 14 kali imbang, dan 11 kekalahan.

Bak jatuh tertimpa tangga, dalam upayanya menuju kebangkitan, Persib justru harus kembali menerima kenyataan pahit lantaran tersingkir lebih cepat di turnamen pramusim Piala Presiden 2018.

Menjadi salah satu tuan rumah fase penyisihan grup, Persib hanya mampu membuat satu kemenangan dan satu gol saja. Mereka bahkan takluk 0-2 dari PSMS Medan yang baru promosi dari Liga 2.

Kondisi ini jelas menimbulkan tanda tanya. Bagaimana bisa klub sekelas Persib yang sering menghasilkan pemain bintang bisa terpuruk seperti ini? Ternyata ada satu masalah utama yang kini menggrogoti mantan tim Cristian Gonzales ini.

Lini Serang Tumpul dan Banyak Pemain Gaek

© Istimewa
Pemain Persib Bandung, Tantan Copyright: IstimewaPemain Persib Bandung, Tantan.

Jelang bergulirnya Liga 1 2018, Persib setidaknya sudah memiliki 28 pemain yang siap berlaga. Namun, dari total 28 pemain tersebut, hanya ada empat orang saja yang memang memiliki posisi sebagai penyerang.

Keempat pemain itu adalah Airlangga Sutjipto, Ezechiel N'Douassel, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, dan Tantan. Dari sini saja sudah terlihat jelas bahwa Persib kekurangan juru gedor.

Tidak hanya dari segi jumlah, mayoritas penyerang Persib itu sudah gaek alias tua. Terlepas dari Muhclis, baik Tantan, Ezechiel dan Airlangga sama-sama sudah berkepala tiga (Ezzechiel April 2018 nanti berusia 30 tahun).

Usia itu sendiri bila diibaratkan seperti lampu kuning bagi pemain di posisi penyerang. Pasalnya, stamina mereka jelas akan lebih cepat terkuras, padahal mereka akan selalu dituntut berlari mengejar umpan-umpan dari rekan-rekannya.

© Istimewa
Striker Persib Bandung, Ezechiel Ndouassel. Copyright: IstimewaStriker Persib Bandung, Ezechiel Ndouassel.

Selain dari segi usia, kelemahan lini serang Persib saat ini adalah kurang tajamnya pemain yang mereka miliki. Tanpa memperhatikan Muchlis dan Airlangga yang baru bergabung, nyatanya Ezechiel dan Tantan tidak punya ketajaman yang mumpuni.

Ezechiel contohnya, sejak didatangkan Persib pada pertengahan 2017 lalu, pemain asal Chad itu baru empat kali saja mencetatkan namanya di papan skor dari total 14 penampilan. Belum lagi Tantan yang baru mencetak sembilan gol, padahal ia sudah memperkuat Persib sejak 2013 lalu.

Dari data itu sudah bisa disimpulkan bahwa salah satu faktor keterpurukan Persib tidak lepas dari kondisi lini serang mereka yang jauh dari kata memuaskan.

Simic Adalah Kunci!

© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Selebrasi Marko Simic usai membobol gawang Tampines Rovers. Copyright: Herry Ibrahim/INDOSPORTSelebrasi Marko Simic usai membobol gawang Tampines Rovers.

Lalu muncul pertanyaan, sebenarnya sosok penyerang seperti apakah yang diperlukan Persib agar bisa bangkit dari keterpurukannya? Jawabannya tidak perlu jauh-jauh hingga ke luar negeri. Cukup lihat saja ke tetangga dekat sekaligus rival mereka, Persija Jakarta.

Klub berjuluk Macan Kemayoran itu saat ini memiliki sosok bintang yang telah menyihir publik pencinta sepakbola Tanah Air dengan performanya. Sosok itu tidak lain adalah penyerang asing asal Kroasia milik mereka, Marko Simic.

Didatangkan oleh Persija tanpa proses seleksi pada Desember 2017 lalu, Simic tidak butuh waktu lama untuk membuktikan kualitasnya. Postur tubuhnya yang tinggi dan besar membuat sosok Simic selalu sulit untuk dikawal pemain lawan.

Namun, lagi-lagi perlu ditekankan bahwa Simic bukan hanya handal dalam merecoki lini pertahanan lawan. Pemain yang sempat enggan dipanggil Kosim itu nyatanya tidak pernah bosan membubuhkan namanya di papan skor.

Bagaimana tidak, ia menjadi salah satu faktor penting keberhasilan Persija meraih dua gelar juara turnamen pramusim, yakni Boost Sportsfix Super Cup 2018 dan Piala Presiden 2018.

© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Marko Simic merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Bali United di Final Piala Presiden 2018. Copyright: Herry Ibrahim/INDOSPORTMarko Simic sudah mencetak 17 gol dari empat turnamen berbeda bersama Persija.

Semenjak menjadi bagian Persija, Simic juga menjelma menjadi pemain yang haus gol. Bayangkan saja, pemain kelahiran 23 Januari 1988 itu tercatat sudah mempersembahkan 17 gol dari empat turnamen berbeda untuk Persija.

Torehan gol Simic itu bahkan melebihi setengah total gol yang dicetak Persib selama kompetisi Liga 1 2017 lalu yang membuat 39 gol dari 34 pertandingan.

Belum lagi ditambah fakta bahwa tiga bagian utama tubuh Simic saat bertanding, yakni kaki kiri, kaki kanan, dan kepalanya mampu membobol gawang lawan. Ia juga mampu menciptakan gol dari berbagai situasi, mulai dari aksi solo run, tendangan bebas, tendangan sudut, sampai tendangan salto.

Bisa dibilang Simic adalah penyerang lengkap yang diidam-idamkan setiap klub. Bila diibaratkan, ia adalah disertasi seorang profesor ternama, yang lengkap dan minim kekurangan. Rentetan prestasi dan performa gemilangnya seolah membuat orang lupa bahwa ia telah berusia kepala tiga.

Kini Persib sendiri hanya bisa berharap Simic tidak merasa betah di Persija dan tidak ingin memperpanjang kontraknya. Pasalnya, di Indonesia sendiri saat ini belum ada penyerang yang selengkap rekan senegara Mario Mandzukic tersebut.