Liga Inggris

Kembali Telan Kekalahan, Wenger Belum Juga Sadar Diri

  • Arsenal kalah 2-1 atas tim promosi Brighton & Hove Albion, Minggu (04/03/18).
  • Kekalahan ini menjadi kekalahan keempat beruntun bagi anak asuh Arsene Wenger.
  • Meski terpuruk, Wenger masih enggan melepaskan jabatannya di Meriam London.
Senin, 5 Maret 2018 07:07 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Matheus Elmerio Giovanni
© INDOSPORT
Pelatih kepala Arsenal, Arsene Wenger Copyright: © INDOSPORT
Pelatih kepala Arsenal, Arsene Wenger

Arsenal harus mengakui keunggulan tim promosi  Brighton & Hove Albion dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan ke-29 Liga Primer Inggris yang berlangsung di Stadion American Express, Minggu (04/03/18). Dengan kekalahan ini, berarti anak asuh Arsene Wenger telah mengalami empat kekalahan secara berturut dalam semua kompetisi yang mereka lalui. Atau yang ketiga berturut di Liga Primer Inggris.

Jika sebelumnya kekalahan dirasakan Meriam London atas tim besar seperti Tottenham hotspur dan Manchester City, kekalahan kali ini terasa lebih memalukan karena didapat dari tim yang baru promosi musim ini dan berada di papan bawah klasemen sementara.

© INDOSPORT
Glenn Muray saat tandukannya berhasil menbobol gawang Arsenal. Copyright: INDOSPORTGlenn Muray saat tandukannya berhasil menbobol gawang Arsenal.

Jelas kekecewaan, keresahan dan kemarahan tak bisa terbendung dari sebagian besar suporter Arsenal. Tak Sedikit dari mereka berharap agar nama Arsene Wenger segera meninggalkan Stadion Emirates markas Arsenal. 

Namun alih-alih berniat mengundurkan diri, Pria asal Prancis tersebut justru mengeluarkan pernyataan yang bisa membuat telinga para suporter Arsenal panas.

"Saya bisa mengerti rasa frustasi (suporter). Apa yang saya bisa katakan? Pertandingan Piala Liga tengah pekan lalu membuat ini menjadi sulit jika kami tidak menang. Itu memberi pengaruh negatif yang besar," ucap Wenger dilansir dari Guardian.

Meski mengakui timnya tidak dalam kondisi terbaik, manajer yang menukangi Arsenal sejak 1996 ini masih merasa dirinya sebagai sosok yang paling tepat untuk menjadi juru taktik Arsenal.

"Saya masih orang yang tepat? jelas! Itu karena saya pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Dan kualitas seorang manajer ditentukan dengan bagaimana dirinya mampu mengatasi krisis, dan saya percaya bisa melakukan itu," tegas Wenger.