Nadim, Kabur dari Taliban Jadi Pesepakbola Terbaik Eropa
Denmark, tepatnya -- negara yang kemudian akan menjadi rumah bagi Nadim dan keluarganya.
"Saya sangat bahagia saya mendapatkan kesempatan kedua," ungkap Nadim dikutip dari laman resmi Manchester City. "Saya dan keluarga saya mendapatkan yang terbaik dari keadaan tersebut."
Keluarganya dikirim ke suatu pusat pengugsian. Di sana lah, pertama kalinya Nadim bermain sepakbola di depan umum, dengan anak-anak lain sebayanya.
Di Afganistan, perempuan dilarang berolahraga. Tapi terkadang, ia diam-diam bermain dengan saudari-saudarinya di halaman rumahnya, bersama sang mendiang ayah.
Bersama teman-temannya, Nadim dan teman-temannya dari pusat pengungsian menemukan sebuah lapangan. Pemandangan yang tidak pernah dilihatnya tersebut adalah pusat pelatihan untuk tim sepakbola lokal, Gug Boldklub, di mana Nadim kerap menghabiskan waktunya berlatih.
Ia berlatih untuk bersenang-senang -- mengalihkan pikirannya dari masa lalunya yang seharusnya tidak pernah dialami anak-anak seusianya.