INDOSPORT.COM - Mantan kiper Persipura Jayapura di era 80-an, Nico Dimo mengaku setuju dengan keputusan manajemen Mutiara Hitam yang akan mempertahankan 80 persen skuatnya untuk mengarungi Liga 1 (kasta tertinggi bola Indonesia) musim 2019.
Namun, Nico mengaku setuju jika keputusan itu hanya berlaku bagi para pemain sepak bola lokal saja. Pasalnya, ia menilai jika perombakan di tim Persipura Jayapura harus terjadi di sektor pemain asing.
"Pertama, jelas kita setuju. Kedua, tentu 80 persen itu hanya untuk pemain asli Papua. Tetapi untuk pemain asing sudah waktunya dilepas saja, karena masih ada pemain asing lainnya yang lebih berkualitas," ujar Nico saat dihubungi awak portal berita olahraga INDOSPORT, Rabu (19/12/18).
Nico yang juga dikenal sebagai pengamat sepak bola Papua menuturkan, jika sebaiknya manajemen Persipura Jayapura merekrut pemain asing dengan batas maksimal 33 tahun.
Pasalnya, ia tak ingin mantan klubnya itu kembali mengulang kesalahan seperti di awal musim lalu, dimana tiga rekrutan asing Persipura berusia di atas 33 tahun.
"Kita berharap agar manajemen jangan ambil pemain asing yang sudah tua apalagi mereka berusia 33 tahun sampai 38 tahun, untuk apa pemain asing seperti ini, termasuk kalau datangkan pemain asing mereka harus punya skill dan teknik bermain harus diatas pemain Papua," tekannya.
Tidak hanya itu, Nico juga menyarankan mantan klubnya untuk mempertimbangkan postur tubuh para pemain asing yang akan direkrut. Ia juga berharap agar manajemen Persipura Jayapura tidak lagi merekrut pemain asing yang sudah tak lagi terpakai di klub lain.
"Tinggi badan pemain asing harus pula diperhatikan, karena bisa menjadi karakter pembunuh bagi tim lawan. Stop bawa pemain asing yang sudah dibuang klub karena prestasi yang mandek," tandasnya.
Perlu diketahui, performa Persipura Jayapura di sepanjang Liga 1 2018 bisa dikatakan tidak terlalu gemilang. Mereka hanya mampu finish di peringkat 12 dengan catatan 44 poin.
Terus Ikuti Update Liga 1 dan Berita Sepak Bola Indonesia Lainnya di INDOSPORT.COM