In-depth

Mengikis Kepala Batu Maurizio Sarri Sebelum Dipecat Chelsea

Senin, 11 Februari 2019 12:45 WIB
Editor: Coro Mountana
© GettyImages
Maurizio Sarri pelatih Chelsea Copyright: © GettyImages
Maurizio Sarri pelatih Chelsea
Sarri Si Kepala Batu

Singkatnya, Sarri dianggap sebagai pelatih berkepala batu yang berpegang teguh pada filosofinya apapun yang terjadi. Hal itulah yang dinilai sebagai dosa besar Sarri karena tidak mau mengubah strategi yang jelas-jelas sudah tidak berjalan.

"Tidak, karena hari ini saya tidak melihat gaya sepak bola saya. Tidak, karena pada awalnya gaya itu bekerja dan sekarang kita hanya perlu memahami alasan mengapa saat ini tidak berfungsi," kata Sarri dikutip dari Tribal Football.

Memang, sebagai seorang pelatih, dapat memiliki filosofi permainan merupakan sebuah hal positif karena dapat membuat tim mempunyai identitas sendiri. Namun, terkadang sang pelatih juga harus beradaptasi dengan lawan sehingga perubahan perlu dilakukan.

Hal itu pernah terjadi pada Sir Alex Ferguson di Manchester United yang sangat percaya dengan formasi 4-4-2 menyerang. Akan tetapi, kekalahan Manchester United dari Real Madrid pada musim 2002/03, telah membuka mata Ferguson untuk merubah taktiknya.

Akhirnya, setelah itu Manchester United berhasil menjadi juara Liga Champions dengan variasi bermain seperti 3 striker atau 1 penyerang saja.

Padahal, bermain dengan tidak memakai skema 2 penyerang adalah hal yang tidak masuk akal untuk paradigma Ferguson yang konservatif.

© Daily Mail
Sir Alex Ferguson. Copyright: Daily MailSir Alex Ferguson.

Satu contoh lain bahwa pelatih berfilosofi perlu perubahan taktik dengan menyingkirkan egonya adalah apa yang terjadi pada Guardiola. Bukan rahasia umum kalau satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Manchester City di musim lalu sebanyak tiga kali hanya Liverpool.

Alasannya sederhana, Manchester City di bawah arahan Pep Guardiola terbiasa untuk bermain menyerang dengan membangun serangan dari lini belakang. Tapi, ternyata itu dimanfaatkan oleh Liverpool dengan gegenpressing-nya selalu yang merebut bola di lini belakang Manchester City.

© INDOSPORT
Pep Guardiola, pelatih Manchester City. Copyright: INDOSPORTPep Guardiola, pelatih Manchester City.

Hal berbeda dipertontonkan Guardiola kala duel dengan Liverpool musim ini, di mana City bermain lebih langsung dan tak segan-segan untuk main bertahan. Hasilnya, Manchester City tak terkalahkan dalam dua perjumpaan terakhir kontra Liverpool pada 2018/19.

Berkaca dari hal itu tentu Sarri perlu mengikis kepala batunya dengan menanggalkan egonya dalam bermain Sarri Ball terus-menerus. Jika Sarri masih keras kepala, bukan tidak mungkin ia akan segera dipecat dari Chelsea.

Terus Ikuti Perkembangan Seputar Liga Inggris dan Berita Olahraga Lainnya di INDOSPORT.COM.

1.3K