Selain Joko Driyono, Ini 2 Ketua Umum PSSI yang Pernah Terlibat Kasus Hukum
Lengsernya Nurdin Halid, tidak serta merta membuat sepak bola Indonesia menjadi lebih baik. Djohar Arifin Husain terpilih sebagai Ketua Umum PSSI tahun 2011 silam, dengan masa jabatan empat tahun ke depan atau sampai 2015.
Namun sayang, di era Djohar konflik bermunculan hingga terjadinya dua lisme kepengurusan yakni PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).
KPSI menggelar KLB di Hotel Mercure Ancol, pada Maret 2012. Di kongres itu, La Nyalla Mattalitti pun terpilih sebagai Ketua KPSI-PSSI untuk menandingi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.
Pada tahun 2013, permusuhan PSSI dan KPSI sedikit meredam setelah keduanya berdamai, yang dimediasi oleh AFC. Melalui Kongres Luar Biasa PSSI pada 17 Maret 2013, La Nyalla terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, mendampingin Djohar.
Setelah masa jabatan Djohar selesai, La Nyalla kemudian maju mencalonkan diri menjadi ketua umum PSSI dalam KLB yang digelar di Hotel JW Marriot, Surabaya, pada 17 Maret 2015.
Namun sesaat setelah terpilih, Kemenpora melalui Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif, berupa pembekuan tidak mengakui kepengurusan PSSI pimpina La Nyalla.
Selain Kemenpora, PSSI saat itu juga disanksi oleh FIFA. Selam satu tahun, sepak bola Indonesia lumpuh sebelum akhirnya cabut pada tahun 2016.
Beberapa saat kemudian setelah dibekukan, La Nyalla Mattalitti lalu ditetapkan sebagai tersangka, oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, terkait kasus dugaan korupsi dana hibah Kaamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim.
La Nyalla akhirnya terpingirkan dari PSSI karena terkena penahanan oleh kepolisian. PSSI kemudian menggelar Kongres Luar Biasa dengan memunculkan Edy Rahmayadi sebagai nahkhoda baru.