Bola Internasional

Sosok Sani Rizki Fauzi, Si 'Penghancur' Mimpi Thailand di Mata Sang Ibu

Rabu, 27 Februari 2019 19:01 WIB
Penulis: Shintya Maharani | Editor: Isman Fadil
© PSSI
Sani Rizki Fauzi tengah membawa bola ke arah gawang Kamboja Copyright: © PSSI
Sani Rizki Fauzi tengah membawa bola ke arah gawang Kamboja
Usaha Terbaik untuk Cita-Cita Sani

Selain itu, Ida juga bercerita bahwa Sani berasal keluarga yang sangat sederhana. Sang Ayah, Edi Riyadi tidak mempunyai pekerjaan tetap, terkadang menjadi tukang ojek, pengepul barang bekas, juga kuli bangunan. Sedangkan sang Ibu masih bekerja menjadi petugas kebersihan di salah satu bank swasta di Sukabumi hingga sekarang.

Pernah merasakan kesusahan ekonomi dalam mendukung kiprah Sani di dunia sepak bola, tidak membuat Ida gentar dan patah semangat. Ida dan suami terus berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk anak keduanya tersebut.

“Alhamdulillah, Sani itu dari kecil rezekinya digampangkan, selalu dapat beasiswa terus, di SSB juga begitu, ketika Ibu sedang tidak pegang uang Ibu jujur saja ke pelatihnya, karena melihat Sani punya potensi besar kadang dibantu dan dibolehkan ikut kompetisi tanpa biaya,” kenang Ida.

Meski belum menyiapkan hadiah spesial dalam menyambut kepulangan pemain Bhayangkara FC itu ke Tanah Air, Ida berencana akan mengadakan syukuran atas bentuk rasa bangga dan terima kasih kepada Tuhan atas kemenangan yang baru saja Sani raih.

“Tidak ada hadiah spesial, tapi kalau untuk sambutan ya ada sih, sudah disiapkan berupa syukuran kecil-kecilan dengan warga sekitar,” papar Ida.

“Semoga saja ke depannya Sani jadi lebih baik lagi, kemampuannya meningkat, dan bisa bermain di AFC dan Sea Games ya, dan bisa melaju ke Timnas Senior ketemu Coach Simon Mcmenemy lagi,” begitu harapan Ida untuk sang anak tercinta.

Terus Ikuti Perkembangan Sepak Bola Seputar Liga 1 Hanya di INDOSPORT.COM