INDOSPORT.COM- Menjelang laga perdana di Liga 1 2019 kontra PSM Makassar, CEO Semen Padang, Rinold Thamrin menyampaikan pesan agar tidak ada lagi kerusuhan pada sebuah pertandingan sepak bola.
Pada laga pembuka Liga 1 2019 yang mempertemukan PSS Sleman dengan Arema FC, kerusuhan antar suporter kembali pecah. Bahkan akibat kerusuhan tersebut, pertandingan ini harus terhenti tak kurang dari satu jam lamanya.
Tentu saja kejadian ini mencoreng nama baik Liga 1 2019 yang mencanangkan misi tidak ada kerusuhan antar suporter. Sontak saja hal tersebut menjadi bahan pergunjingan banyak orang, tak terkecuali klub-klub partisipan Liga 1 2019.
Salah satunya adalah Semen Padang. Ketika dihubungi oleh INDOSPORT, CEO Semen Padang, Rinold Thamrin mengaku sangat menyesali hal ini kembali terulang di awal musim yang baru, mengingat di musim-musim sebelumnya sudah terlalu sering adanya kerusuhan antar suporter.
Ia berharap selepas kejadian ini seluruh suporter klub-klub Indonesia bisa meninggalkan kebiasaan buruk itu, dan memberikan kesempatan untuk sepakbola Indonesia berjalan aman tanpa adanya kekerasan.
"Kami menyesalkan insiden kerusuhan di awal pertandingan pembuka PSS Sleman vs Arema FC yang lalu. Cukup sudah perikaian yang tidak perlu dilakukan rekan-rekan supporter. Beri kesempatan Liga 1 bergulir dengan aman tanpa ada kekerasan," papar Rinold kepada INDOSPORT.
Di sisi lain, Semen Padang yang baru saja kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini akan melakoni debutnya di Liga 1 2019 dengan bertandang ke markas PSM Makassar, Senin (20/05/19).
Pesta Pembukaan Liga 1 Indonesia yang Tertunda
Terus Ikuti Berita Sepak Bola Seputar Liga 1 2019 Lainnya Hanya di INDOSPORT.