Hitung Mundur Liga 2 2019: Siapa Bisa Hapus Hegemoni Jawa-Sentris?
Dalam dua edisi Liga 2 sebelumnya, setidaknya selalu ada dua wakil klub asal luar Pulau Jawa di semifinal. Pada musim 2018 lalu, Semen Padang dan Kalteng Putra menemani PSS Sleman untuk promosi ke Liga 1.
Artinya, tim di luar Pulau Jawa terus menunjukkan dan membuktikan kekuatannya. Perlahan tapi pasti, hegemoni Jawa-sentris di Liga 2 mulai tersisihkan.
Terlebih lagi, Sriwijaya FC, Mitra Kukar, dan PSMS Medan yang baru terdegradasi dari Liga 1 akan meramaikan pesta pora Liga 2 2019.
Sriwijaya FC terus membangun kekuatan setelah terpuruk karena masalah hutang. Kas Hartadi yang ditunjuk sebagai pelatih siap mengembalikan kejayaan Sriwijaya FC sama seperti saat menjuarai Liga Super Indonesia 2011/12.
Mitra Kukar juga tidak kalah serius mempersiapkan tim. Naga Mekes baru saja menunjuk kembali pelatih asal Spanyol, Rafael Berges Marin, untuk mengarungi Liga 2 2019.
Selain itu, Persiba Balikpapan juga tidak boleh dianggap remeh. Kedatangan eks bos Persija Jakarta, Gede Widiade, kembali menghidupkan nyawa Persiba Balikpapan yang terbenam di Liga 2 selama dua musim.
Meski begitu, klub-klub di luar Pulau Jawa patut waswas sebab hegemoni Jawa-sentris masih dapat berlanjut di Liga 2 2019. Favorit juara musim ini ramai mengarah ke PSIM Yogyakarta yang notabene merupakan klub legendaris Pulau Jawa.
Selain PSIM Yogyakarta yang menjelma Los Galacticos, ada Persis Solo, Persita Tangerang, PSGC Ciamis, dan Persik Kediri serta Persib B yang siap memberi kejutan.
Bisa atau tidaknya klub luar Pulau Jawa menghapus hegemoni Jawa-sentris akan terjawab mulai 22 Juni 2019 nanti. Semoga saja, Liga 2 2019 berjalan lancar di tengah maraknya kasus pengaturan skor sepak bola.