Bola Internasional

5 Teori Konspirasi dalam Dunia Sepak Bola

Sabtu, 15 Juni 2019 13:31 WIB
Penulis: Luqman Nurhadi Arunanta | Editor:
© The Australian
Byron Moreno berdebat dengan Angelo Di Livio kala memberi pelanggaran pada Fransesco Totti di Piala Dunia 2002. Copyright: © The Australian
Byron Moreno berdebat dengan Angelo Di Livio kala memberi pelanggaran pada Fransesco Totti di Piala Dunia 2002.
Kesialan Italia

Tuan rumah bersama Korea Selatan secara mengejutkan berhasil mengalahkan Italia pada babak 16 besar Piala Dunia 2002 dengan skor 2-1 melalui perpanjangan waktu.

Italia tertimpa kesialan setelah Francesco Totti dihukum kartu merah oleh wasit Byron Moreno karena melakukan diving di kotak penalti lawan.

Akibat kekalahan memalukan Gli Azzuri tersebut, masyarakat Italia menilai Byron Moreno tidak kompeten. Wasit asal Kolombia itu juga disebut bersepakat untuk meloloskan tuan rumah ke babak berikutnya.

Pahlawan kemenangan Korea Selatan atas Italia, Ahn Jung-hwan, sempat ditolak kembali ke klubnya, Perugia. Akan tetapi, kabar tersebut telah diralat oleh pihak klub.

Racun di Derby London

Derby London antara Arsenal dan Tottenham Hotspur selalu menyuguhkan persaingan yang panas. Terlebih, fakta sebelum musim 2016/17 menyebut Spurs tidak pernah finis di atas Arsenal sejak 1995.

Pada musim 2005/06, Spurs selangkah lagi finis di atas Arsenal. Akan tetapi, The Lilywhites kalah pada laga terakhir akibat kasus keracunan makanan.

Sehari sebelum pertandingan terakhir Spurs melawan West Ham United, banyak pemain mereka yang jatuh sakit setelah makan di hotel tim. Beberapa pihak menuduh kepala koki hotel tim merupakan pendukung Arsenal.

Penangkapan Pemain Inggris

Timnas Inggris diunggulkan untuk mengangkat trofi Piala Dunia 1970 Meksiko usai meraih juara pada edisi sebelumnya tahun 1966.

Akan tetapi, persiapan Inggris terganggu lantaran Sir Bobby Moore ditangkap polisi negara Kolombia. Bintang Timnas Inggris itu dituduh mencuri perhiasan dari sebuah toko di ibu kota Bogota.

Akibatnya, Moore harus ditahan selama beberapa hari. Beruntung, ia masih bisa memperkuat Inggris setelah dinyatakan tak bersalah dan dibebaskan satu hari setelah The Three Lions berangkat ke Meksiko tanpa dia.

Muncul dugaan motif penangkapan Moore merupakan bagian dari upaya menggembosi kekuatan Timnas Inggris di Piala Dunia 1970.