INDOSPORT.COM – Teori konspirasi menjadi hal yang lumrah beredar di dunia maya dan pembicaraan dari mulut ke mulut mengenai kekuasaan politik, tidak terkecuali sepak bola.
Dunia sepak bola juga tidak luput dari adanya teori konspirasi. Teori tersebut kebanyakan bukan hal yang benar atau hoaks, namun ada kalanya tepat.
Ketika teori konspirasi di dunia sepak bola terbukti benar, ternyata tercipta sebuah fakta yang mengerikan dari sekadar cerita fiksi belaka.
Berikut portal berita olahraga INDOSPORT mengumpulkan 5 teori konspirasi sepak bola yang terus menarik diperbincangkan sepanjang masa.
Piala Dunia 1958
Ada anggapan Piala Dunia 1958 yang diselenggarakan di Swedia tidak pernah terjadi. Hal tersebut dinyatakan oleh sejarawan asal Swedia, Bor Jacques de Waern.
Menurutnya, Piala Dunia 1958 merupakan sebuah setingan. Lembaga Intelejen Amerika (CIA) disebut merekayasa Piala Dunia yang sebenarnya terjadi di Amerika Serikat.
CIA disebut hendak melakukan uji coba untuk media massa televisi milik mereka yang sedang berkembang pada masa tersebut.
Percobaan itu merupakan bagian dari Perang Dingin. De Waern yakin Piala Dunia yang mencuatkan nama Pele tersebut tidak pernah ada di Swedia.
Tagline Nike
Nike sebagai produk penyedia alat olahraga terkemuka menemui masa kejayaan pada Piala Dunia 1998. Piala Dunia kala itu merupakan salah satu turnamen terbaik dalam milenium terakhir.
Nike dengan tagline “Just Do It” berkesempatan menjadi sponsor utama Timnas Brasil. Namun demikian, ada konspirasi beredar seputar produk mereka di Piala Dunia 1998.
Sehari sebelum partai final, striker Ronaldo Nazario jatuh sakit dan tidak seharusnya bertanding melawan Prancis. Akan tetapi, menurut beberapa laporan, Nike memaksa Brasil untuk memainkan Ronaldo.
Alhasil, Brasil kalah 0-3 dari tuan rumah Prancis yang disponsori oleh Adidas. Kenyataan pahit tersebut menjadi pukulan telak bagi Nike.