Bola Internasional

Tersingkir di Copa America 2019, Suporter Timnas Indonesia Bisa Belajar Hal Ini dari Jepang

Selasa, 25 Juni 2019 14:29 WIB
Editor: Coro Mountana
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Timnas Indonesia, Simon Mcmenemy saat memasuki lapangan pada ofisial training jelang laga uji coba melawan Timnas Vanuatu di Stadion GBK, Jakarta, Jumat (14/06/19). Foto: Herry Ibrahim/INDOSPORT Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Timnas Indonesia, Simon Mcmenemy saat memasuki lapangan pada ofisial training jelang laga uji coba melawan Timnas Vanuatu di Stadion GBK, Jakarta, Jumat (14/06/19). Foto: Herry Ibrahim/INDOSPORT
Suporter Timnas Indonesia Perlu Menghormati Proses

Pelajaran yang bisa dipetik dari langkah Jepang adalah para suporter perlu lebih menghargai dan menghormati sebuah proses eksperimen yang tengah dilakukan oleh pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy.

Seperti yang kita tahu, saat ini Simon McMenemy tengah melakukan sejumlah eksperimen agar Timnas Indonesia bisa meningkat secara peforma. Salah satu bentuk eksperimen Simon McMenemy adalah formasi 3-4-3 yang sangat jarang dimainkan Timnas Indonesia.

Namun para suporter justru cenderung mengecam eksperimen yang dilakukan oleh Simon McMenemy kala Timnas Indonesia dibantai 1-4 oleh Yordania. Banyak yang beranggapan bahwa pola formasi 3-4-3 tidaklah cocok dan menjadi biang keladi kekalahan Timnas Indonesia.

© Instagram.com/officialpssi
Skuat Timnas Indonesia dalam pertandingan persahabatan kontra Yordania Copyright: Instagram.com/officialpssiSkuat Timnas Indonesia dalam pertandingan persahabatan kontra Yordania

Selain itu, kritik dari para suporter juga ditujukan kepada penempatan posisi Ruben Sanadi di mana dirinya ditempatkan sebagai wing back kanan, padahal ia berkaki kiri. Memang di laga itu, Ruben Sanadi tidak tampil baik sehingga digantikan di tengah pertandingan.

Ruben Sanadi sejatinya memang seorang bek kiri, akan tetapi perlu diketahui kalau Simon McMenemy sedang mencoba pemain Persebaya Surabaya itu di posisi kanan. Dan sebagai informasi saja, bahwa sebenarnya Ruben Sanadi memang bisa ditempatkan di sisi kanan.

Akan tetapi eksperimen terhadap Ruben Sanadi pun dikecam oleh suporter Timnas Indonesia yang hanya melihat kita dibantai oleh Yordania. Padahal, jangan lupa bahwa itu hanyalah laga uji coba di mana ranking FIFA turun pun tidak masalah asal Timnas Indonesia bisa berkembang.

Mungkin suporter Timnas Indonesia lupa bagaimana masa-masa awal Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23. Saat itu debut Luis Milla dinodai dengan kekalahan memalukan 1-3 dari Myanmar, memang saat itu Timnas masih melakukan eksperimen.

© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Luis Milla. Copyright: Herry Ibrahim/INDOSPORTPelatih Timnas Indonesia U-23, Luis Milla.

Tapi lihat hasilnya di Asian Games 2018 kemarin, Timnas Indonesia U-23 bermain begitu luar biasa sampai harus memaksa Uni Emirat Arab bermain di drama adu penalti. Bukan tidak mungkin segala bentuk eksperimen Simon McMenemy akan membuahkan hasil manis seperti Luis Milla.

Jadi pada akhirnya marilah kita dengan sabar menunggu proses eksperimen yang sedang dilakukan Simon McMenemy. Jepang saja yang sudah begitu sukses masih melakukan proses eksperimen dan tidak pernah dikecam oleh para suporternya.

Mari menjadi suporter yang lebih dewasa dengan memberikan waktu bagi Simon McMenemy, toh dirinya baru memimpin 3 laga. Niscaya, Timnas Indonesia bisa meraih sesuatu yang membanggakan di masa depan seperti Jepang yang kini telah jadi salah satu kuda hitam di tingkat dunia.