INDOSPORT.COM- Bagaimana cerita Aaron Wan-Bissaka menjadi bek kanan di Premier League? Dengar langsung dari pelatih yang mengubah di dari sayap kanan menjadi bek yang dapat menghentikan pemain seperti Alexis Sanchez, Marcus Rashford, dan Son Heung-min.
Nama Aaron Wan-Bissaka dalam beberapa hari terakhir, sukses menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pencinta Liga Primer Inggris. Pasalnya, dikabarkan pemain berusia 21 tahun tersebut telah bergabung dengan Manchester United, dan dalam waktu dekat akan diperkenalkan ke publik.
Sejatinya, proses negosiasi ini sendiri masih berjalan secara alot, mengingat Crystal Palace--klub lamanya--meminta komisi sebesar 10 persen, andai Aaron dijual oleh United suatu saat nanti.
Setan Merah sendiri telah terpincut dengan aksi Wan-Bissaka di Liga Primer bersama Palace. Permainannya yang agresif sebagai bek kanan, menjadi salah satu alasan, selain sebagai pengganti Antonio Valencia yang hengkang pada musim ini.
Disisi lain, banyak yang tak mengetahui bahwa Wan-Bissaka sejatinya bukanlah seorang bek kanan seutuhnya. Pasalnya, pada awal-awal pemain 21 tahun ini berkecimpung di dunia si kulit bundar, ia merupakan seorang penyerang sayap.
"Saya dulu seorang striker. Saya pikir seluruh musim selama berada disana, saya menjadi pencetak gol terbanyak," paparnya saat diwawancarai oleh Dugout.
Ketika ditanyai perihal pengalamannya bermain sepak bola saat masih muda, Wan-Bissaka mengaku dirinya tidak pernah sedikitpun bermain sebagai bek. Selalu menjadi penyerang, sesuai kegemarannya.
"Tidak, tidak sama sekali (bermain sebagai bek). Saya tidak suka bertahan karena saya senang mencetak gol," lanjutnya.
Pernyataannya ini pun turut dilontarkan oleh para pelatihnya saat masih di akademi Crystal Palace. Dave Muir, selaku pelatih kepala Akademi, mengatakan bahwa dirinya selalu ingat dengan sosok Wan-Bissaka. Pasalnya, Wan-Bissaka muda memiliki sikap kompetitif yang tinggi.
"Ia datang sebagai anak berusia 10 atau 11 tahun, berulang tahun di bulan November, memiliki kaki yang cukup panjang, agak kurus dan sangat pendiam."
"Seingat saya ia sangat menyukai pertandingan. Sangat kompetitif. Mungkin tidak biasa sebagai pemain sayap atau nomor 9. Anda mungkin tahu, ia bermain lebih menyerang," ucapnya.
Senada dengan Dave, Richard Shaw, pelatih U-23 Crystal Palace, juga mengatakan bahwa Wan-Bissaka sejatinya adalah penyerang, bukanlah seorang bek sayap seperti saat ini. Walau begitu, Richard tak memungkiri bahwa sang pemain adalah pemain terbaik yang pernah dimilikinya.
"Ya, saat ia berada di U-16, ia adalah pemain sayap kiri. Ia kemudian bermain di sayap kanan. Saya pikir ia pernah bermain di beberapa posisi. Ia adalah salah satu orang yang saya pikir pesepakbola yang baik."
"Menurut saya, jika anda memainkannya sebagai gelandang ia akan tetap mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Ia selalu menjadi 7 dari 10 pemain yang konsisten bermain baik di tiap minggunya," tutup Richard tentang Wan-Bissaka.