INDOSPORT.COM - Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, menyesalkan adanya kericuhan usai pertandingan Persela Lamongan melawan Borneo FC di Stadion Surajaya Lamongan, Senin (29/07/19). Tak selayaknya penonton berlarian masuk lapangan.
Laga yang berakhir imbang 2-2 itu berakhir ricuh. Suporter Persela Lamongan turun ke lapangan. Mereka kecewa dengan keputusan wasit Wawan Rapiko yang memberikan penalti kepada Borneo FC pada menit ke-88.
Kejadian di Lamongan menyita perhatian publik. Banyak wasit lain maupun pakar sepak bola kemudian membenarkan keputusan Wawan Rapiko. Dalam Law of The Game FIFA, pelanggaran yang dilakukan kiper Persela, Dwi Kuswanto, memang layak dihukum penalti.
Teco termasuk pihak yang menyesalkan akhir dari laga tersebut. Menurutnya, penting bagi pelaku sepak bola untuk memahami regulasi. Apapun keputusan dari wasit, tindakan suporter masuk lapangan merupakan sebuah kesalahan.
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco saat jumpa pers. Foto: Nofik Lukman Hakim/INDOSPORT"Suporter harus mengerti, dalam sepak bola hanya ada tiga hasil. Waktu menang senang, waktu seri terima, waktu kalah juga harus terima. Kadang di Indonesia, suporter tidak terima waktu ada hasil tidak bagus di kandang," ucap Teco, Selasa (30/07/2019).
"Wasit tidak salah, tapi suporter masuk lapangan itu salah. Di lapangan hanya ada wasit dan pemain, pelatih seperti saya juga tidak boleh masuk. Sekarang, mereka sudah salah, pasti akan ada sanksi dari PSSI," imbuhnya.
Stefano Cugurra Teco pun berharap suporter lain, termasuk suporter Bali United, bisa belajar dari apa yang terjadi di Lamongan. Dengan masuk lapangan, permasalahan tak selesai. Justru sanksi berat akan diterima Bali United.