In-depth

Nasib-nasib Juru Kunci Putaran Pertama, Bisa Hindari Degradasi di Akhir Musim?

Rabu, 4 September 2019 14:05 WIB
Penulis: Luqman Nurhadi Arunanta | Editor: Indra Citra Sena
© Grafis: Indosport.com
Nasib-nasib juru kunci putaran pertama, akankah lolos dari degradasi di akhir musim. Foto: bolaskor.com Copyright: © Grafis: Indosport.com
Nasib-nasib juru kunci putaran pertama, akankah lolos dari degradasi di akhir musim. Foto: bolaskor.com

INDOSPORT.COM - Kompetisi Shopee Liga 1 2019 telah menyelesaikan paruh musim dan Semen Padang keluar sebagai juru kunci. Akankah Kabau Sirah terdegradasi melihat nasib juru kunci putaran pertama pada musim-musim sebelumnya?

Putaran pertama Liga 1 2019 telah berakhir meski belum semua tim menjalani 17 pertandingan. Bali United berada di puncak klasemen, sementara Semen Padang menempati posisi juru kunci.

Semen Padang mengoleksi 11 poin dari 16 pertandingan dengan rincian dua kemenangan, lima imbang, dan sembilan kali kalah. Total 13 gol berhasil disarangkan berbanding 23 gol kemasukan dengan selisih gol minus 11.

Semen Padang bahkan baru bisa merasakan kemenangan setelah pekan ke-12. Sebagai imbasnya, pelatih Syafrianto Rusli mundur setelah kalah 1-3 dari Tira-Persikabo selepas laga tunda pekan ke-4.

Menjadi juru kunci paruh pertama bukanlah pertanda baik bagi Semen Padang. Di era Liga 1, juru kunci paruh pertama selalu terjerat degradasi.

Pada Liga 1 2018, PSMS Medan yang keluar sebagai juru kunci paruh musim (18 poin) akhirnya terdegradasi setelah mengakhiri kompetisi di urutan paling bawah (34).

Nasib sama juga dialami Persiba Balikpapan edisi 2017. Menjadi juru kunci paruh musim (7 poin), Persiba Balikpapan akhirnya terdegradasi di urutan dua terbawah (27 poin), hanya lebih baik dari Persegres Gresik United.

©
Caption Copyright: Skuat tim Persiba Bantul di ISL 2014

Pada Indonesia Super League (ISL) 2014 yang menggunakan sistem dua wilayah, nasib dua tim penghuni juru kunci paruh pertama, Persijap Jepara dan Persiba Bantul, semuanya berakhir dengan degradasi.

Persijap Jepara dan Persiba Bantul tidak beranjak dari posisi juru kunci sampai akhir musim dan terpaksa turun kasta ke Divisi Utama.

Jauh menilik ke belakang lagi pada ISL 2009/10, Persitara Jakarta Utara yang menjadi juru kunci paruh musim (15 poin) akhirnya terdegradasi di posisi buntut (28 poin).

Arema Indonesia (2011/12), Persija Jakarta (2013), dan Pelita Jaya (2010/11) menjadi klub yang berhasil selamat dari degradasi setelah menduduki posisi juru kunci paruh musim.

Khusus edisi 2010/11, hanya ada satu tim yang terdegradasi setelah PSM Makassar, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro memutuskan berhijrah ke Liga Primer Indonesia (LPI).

Jika ingin selamat dari degradasi setelah menjadi juru kunci paruh musim, Semen Padang harus mampu mengoleksi poin sebanyak-banyaknya di sisa pertandingan paruh kedua. Bagaimana caranya?