In-depth

Budiarjo Tholib, Sosok Nakhoda Pengantar Persik Lolos 8 Besar Liga 2

Minggu, 6 Oktober 2019 18:58 WIB
Penulis: Tiyo Bayu Nugroho | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Kepala pelatih Budiarjo Tholib merupakan sosok nakhoda pengantar Persik Kediri lolos ke babak 8 besar Liga 2 2019. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Kepala pelatih Budiarjo Tholib merupakan sosok nakhoda pengantar Persik Kediri lolos ke babak 8 besar Liga 2 2019.

INDOSPORT.COM - Kepala pelatih Budiarjo Tholib merupakan sosok nakhoda pengantar Persik Kediri lolos ke babak 8 besar Liga 2 2019.

Persik merupakan klub promosi Liga 2 usai berhasil meraih gelar juara Liga 3 2018 kala mengalahkan PSCS Cilacap dengan skor 3-2, akhir Desember lalu.

Persik bukanlah tim asing di kancah sepak bola nasional. Klub berjuluk Macan Putih ini pernah berkiprah di kasta teratas Liga Indonesia bahkan level internasional.

Buktinya adalah Persik pernah merasakan gelar juara Liga Indonesia sebanyak dua kali pada edisi 2003 dan 2006 serta bermain di Liga Champions Asia (2004 dan 2007).

Saat ini, hingga pekan ke-20, Persik Kediri menduduki peringkat puncak klasemen sementara wilayah timur dengan 33 poin.

Persik mengoleksi sembilan kemenangan, enam hasil imbang, dan empat kekalahan. Total 25 gol dan 13 kebobolan dialami Persik.

© Anwar Basalamah - radarkediri.id/Wikimedia
Persik Kediri lolos 8 besar Liga 2 2019. Copyright: Anwar Basalamah - radarkediri.id/WikimediaPersik Kediri lolos 8 besar Liga 2 2019.

Pencapaian Persik tak lepas dari juru taktik bernama Budiarjo Tholib. Pria asal Makassar ini setidaknya sukses menjawab keinginan publik Kediri.

Bagaimana tidak, dirinya dipercaya menangani Persik jelang pembukaan Liga 2 yang tinggal menghitung hari saja kala itu.

Sebab Persik baru saja kehilangan pelatih Nazal Mustofa pasca selalu mendapat rentetan hasil buruk dalam pertandingan uji coba.

Tentu publik Kediri mempertanyakan kapasitas sosok Budiarjo Tholib. Lantaran prestasi hingga sepak terjang sang pelatih sangat asing.

Padahal Budiarjo sempat menjabat sebagai asisten pelatih di Persipura Jayapura dan PSM Makassar (era Robert Rene Alberts 2016 lalu).

Selain itu, manajemen juga merekrut Marwal Iskandar sebagai Direktur Teknik. Bahkan sebelum keduanya masuk, Persik telah mengamankan 25 pemain.

© Muhammad Nur Basri/INDOSPORT
Robert Rene Albert (kiri) didampingi Asisten pelatih Budiarjo thalib (tengah) dan Syamsuddin batola, (kanan) saat memantau latihan para pemain PSM Makassar : Kamis  , (02/06/2016) Copyright: Muhammad Nur Basri/INDOSPORTRobert Rene Albert (kiri) didampingi Asisten pelatih Budiarjo thalib (tengah) dan Syamsuddin batola, (kanan) saat memantau latihan para pemain PSM Makassar : Kamis , (02/06/2016)

Akan tetapi suporter setia Persik bisa sedikit sumringah kala di laga perdana mampu menang 4-0 dari tim tamu, yakni PSBS Biak dalam laga yang berlangsung di Stadion Brawijaya.

Rentetan hasil positif terus diraih oleh juru taktik yang memiliki karakter keras dalam melatih. Meski tak jarang ada hasil akhir pertandingan yang minor.

Bahkan Budiarjo menganggap kalau keraguan yang dilayangkan suporter Persik dijadikan sebagai motivasi untuk membawa Macan Putih bersinar.

Selain itu berkat tangan dingin Budiarjo, striker muda Persik Septian Satria Bagaskara mampu membuat sembilan gol di Liga 2 dan menjadi yang terbanyak diantara rekan-rekan lainnya.

Hal tersebut membuat Septian Satria Bagaskara juga sempat dipanggil untuk menjalani seleksi dan tampil bersama Timnas Indonesia U-22.

Selama bermain di kandang saja, Persik hanya mengalami tujuh kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kali menelan kekalahan.

Budiarjo pun sangat mensyukuri hasil yang diraih oleh Persik sejauh ini. Dirinya juga berharap rentetan hasil baik bisa terus dilakukan anak asuhnya.

"Semoga di babak 8 Besar nanti tim ini tetap utuh dan kuat sehingga kelak berlanjut ke Liga 1 (2020)," ujar Budiarjo dalam konferensi pers pasca laga di Kediri, Jumat (04/10/19).

Ujian berikutnya yang bakal dihadapi oleh Budiarjo Tholib bakal terjadi di babak 8 besar, semifinal, dan final (atau perebutan tempat ketiga) Liga 2 2019.

1