Liga Indonesia

Top 5 News: Jangan Tunjuk Luis Milla hingga Orang Indonesia Beli Klub Italia

Sabtu, 19 Oktober 2019 06:55 WIB
Editor: Matheus Elmerio Giovanni
© Grafis: Yanto/Indosport.com
Jangan Luis Milla, sudah saat Timnas Indonesia ikuti langkah berani Malaysia. Copyright: © Grafis: Yanto/Indosport.com
Jangan Luis Milla, sudah saat Timnas Indonesia ikuti langkah berani Malaysia.

INDOSPORT.COM - Deretan top 5 news per Jumat (18/10/19) kemarin dihiasi oleh kabar tentang Luis Milla kembali latih timnas hingga orang terkaya Indonesia beli klub Italia.

Jagat olahraga terus mengalami perkembangan setiap hari. Belakangan, isu mengenai timnas Indonesia, Denmark Open 2019, hingga Liga 1 2019 jadi isu olahraga yang sedang begitu dicari publik.

Buktinya bisa terlihat di deretan Top 5 News INDOSPORT. Kabar mengenai timnas Indonesia yang dikaitkan dengan Luis Milla menjadi kabar paling populer.

Denmark Open 2019 juga menghiasi Top 5 News soal Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi lolos ke semifinal dan juga tanda kehancuran bulutangkis Malaysia yang kian nyata.

Berita orang terkaya Indonesia beli klub Italia juga menjadi berita yang ramai dibaca dan diikuti juga dengan pernyataan Gede Sukadana soal tunggakan gaji di Kalteng Putra.

Demi mengetahui versi lengkap soal Top 5 News INDOSPORT per Jumat (18/10/19), mari simak rangkumannya berikut ini.

Jangan Luis Milla, Sudah Saatnya Timnas Indonesia Ikuti Langkah Berani Malaysia

Timnas Indonesia saat ini kembali dikaitkan dengan pelatih Luis Milla setelah Simon McMenemy dinilai gagal di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Tim Garuda saat ini masih tersungkur di dasar klasemen sementara Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan torehan 0 poin dari empat pertandingan yang dijalani

Situasi itulah yang membuat sebagian besar pecinta sepak bola nasional mendesak PSSI untuk memulangkan Luis Milla. Karena pelatih asal Spanyol dinilai punya kapasitas yang cukup fantastis.

Sangat disayangkan jika PSSI mendatangkan Luis Milla hanya untuk menjadi juara Piala AFF 2020, yang tidak masuk dalam agenda FIFA.

Daripada merogoh kocek dalam-dalam untuk merekrut Luis Milla, PSSI bisa mengikuti langkah berani Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.

Denmark Open 2019: Batal Hadapi Kevin/Marcus, Ganda Putra India Curhat

Salah satu ganda putra India, Chirag Shetty mencurahkan isi hatinya setelah batal berhadapan dengan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon di perempatfinal Denmark Open 2019.

Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy diketahui tumbang di tangan ganda putra China, Han Cheng Kai/Zhou Hao Dong di babak kedua gelaran BWF World Tour Super 750, Kamis (17/10/19) kemarin, di Odense Sportspark, Denmark dengan skor 16-21, 15-21.

Padahal jika menang, mereka akan berhadapan dengan Kevin/Marcus di babak perempatfinal Denmark Open 2019 yang berhasil menang WO atas lawannya asal Inggris jika sukses melewati hadangan pasangan China tersebut.

Dalam pemberitaan INDOSPORT sebelumnya, Chirag Shetty berujar kalau dirinya penasaran dan menjadi salah satu mimpi mereka untuk mengalahkan The Minions.

Hanya Sisakan Satu Wakilnya di Perempatfinal, Tanda 'Kehancuran' Bulutangkis Malaysia Kian Nyata?

Hanya ada satu wakil Malaysia yang tersisa di babak perempatfinal Denmark Open 2019, apakah bisa dikatakan kalau hal itu menjadi pertanda 'kehancuran' bulutangkis Negeri Jiran Kian nyata?

Satu-satunya wakil Malaysia yang tersisa berasal dari sektor ganda campuran, yakni pasangan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, di mana mereka akan berhadapan dengan pasangan Korea Selatan, Seo Seung Jae/Chae Yu Jung, Jumat (18/10/19) di Odense Sportspark, Denmark.

Namun nasib tragis justru dialami oleh wakil Malaysia lainnya, sebut saja seperti tunggal putra, Lee Zii Jia, ganda campuran, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, ganda putra, Goh V Shem/Tan Wee Kiong hingga Ong Yew Sin/Teo Ee Yi sudah lebih dulu gugur di babak pertama Denmark Open 2019.

Tak hanya mereka, ganda putri, Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dan tunggal putri, Soniia Cheah juga sudah lebih dulu harus tumbang di babak pertama gelaran BWF World Tour Super 750.

Selanjutnya di babak kedua, menyusullah pasangan ganda campuran Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie beserta pasangan ganda putra Aaron Chia/Soh Wooik Yik yang juga ikut-ikutan gugur.

Orang Terkaya Indonesia Beli Klub Italia, Garuda Select Bakal Dikirim ke Sana?

Orang terkaya di Indonesia rupanya telah menjadi pemilik klub divisi bawah Italia, Como 1907. Hal ini disinyalir menjadi jalan pembuka program Garuda Select untuk dipindahkan ke sana.

Orang terkaya yang dimaksud itu adalah pemilik perusahaan tembakau terbesar di Indonesia, Grup Djarum, yakni Michael Bambang dan Robert Budi Hartono.

Menurut Calcio E Finanza, pemilik Grup Djarum ini mengambil alih saham Como 1907 dari pemilik sebelumnya melalui anak perusahaan, SENT Entertainment, yang berbasis di Inggris pada awal April 2019.

Dalam pernyataan resmi Mirwan Suwarso, selaku perwakilan MolaTV, pengakuisisian klub ini menjadi kabar gembira bagi pengembangan sepak bola di Indonesia khususnya untuk Garuda Select.

“Tujuannya tentu saja adalah untuk melayani dan memajukan sepak bola Indonesia,” kata Mirwan Suwarso menjawab pertanyaan redaksi berita olahraga INDOSPORT di acara Mola TV, Kamis (17/10/19).

Pemain Sempat Mogok karena Gaji Ditunggak, Gede Sukadana Bongkar Kondisi Kalteng Putra

Kalteng Putra bersiap menghadapi PSS Sleman pada lanjutan Shopee Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Jumat (18/10/19) dalam lanjutan pekan ke-23 Liga 1 2019. 

Kedua tim terutama Kalteng Putra kini fokus menatap pertandingan setelah sebelumnya tim tamu sempat mogok main karena gaji yang belum dibayar.

Sebelumnya, tim Laskar Isen Mulang sempat diterpa problem internal. Persoalan tertunggaknya gaji dan bonus disebut-sebut sebagai sumber masalah.

Bahkan, pemain sempat mogok latihan selama beberapa hari menambah cerita miris. Beruntung, mereka akhirnya tetap berangkat ke Yogyakarta.

Setiba di Yogyakarta, mereka juga beraktivitas seperti biasa hingga sesi uji lapangan. Kapten Kalteng Putra, I Gede Sukadana menegaskan kondisi timnya saat ini di Liga 1.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%