In-depth

Gelombang Masalah yang Buat El Clasico Makin Kehilangan Pamornya

Minggu, 1 Maret 2020 15:12 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© SoccerCornerTalk
Sejumlah persoalan menjadi penyebab makin berkurangnya pamor laga El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona di antara laga-laga elite dunia. Copyright: © SoccerCornerTalk
Sejumlah persoalan menjadi penyebab makin berkurangnya pamor laga El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona di antara laga-laga elite dunia.

INDOSPORT.COM - Sejumlah persoalan menjadi penyebab makin berkurangnya pamor laga El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona di antara laga-laga elite dunia. 

Laga panas akan tersaji pada pekan ke-26 LaLiga Spanyol 2019-2020 kala Real Madrid menjamu Barcelona dalam duel bertajuk El Clasico pada Senin (02/03/20) WIB.

Laga El Clasico kali ini bukan hanya pertaruhan gengsi semata. Saat ini kedua tim akan bertarung dan memperebutkan tiga poin berharga demi menyabet gelar kampiun LaLiga Spanyol 2019-2020.

Dengan tensi serta tingkat krusialitas laga yang sangat tinggi, laga ini tentu masih sangat penting di Eropa. Akan tetapi, faktanya duel El Clasico terus kehilangan pamornya. 

Selama hampir 10 tahun, laga El Clasico menjadi sorotan utama fans sepak bola dunia. Bukan hanya soal pertarungan dua klub terbesar Spanyol, keberadaan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo faktanya telah meningkatkan derajat laga ini ke level tertingginya. 

Datangnya Cristiano Ronaldo ke Real Madrid pada awal musim 2009/2010 memberikan rivalitas serius pada Barcelona yang sebelumnya menguasai Spanyol dan Eropa. 

Pertemuan kedua tim pun selalu jadi perhatian dunia dan dipenuhi tensi tinggi. Bukan hanya jadi pertarungan dua tim terbaik Spanyol dan Eropa, tapi laga ElClasico jadi panggung dua megabintang dunia, Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo. 

Berkali-kali pemain langganan Ballon d'Or ini jadi pencetak gol penentu di laga El Clasico. Keduanya selalu jadi tajuk utama pemberitaan media. 

Ronaldo, yang meninggalkan Madrid ke Juventus pada musim panas 2018, mencatatkan 18 gol dari 33 penampilan saat membela Madrid melawan Barcelona. Sementara Lionel Messi mencetak 26 gol (rekor) dari 38 laga El Clasico untuk Barcelona. 

Lionel Messi terpaut 8 gol lebih banyak dari CR7. Meski demikian, patut diingat bahwa Messi telah lebih dulu berkompetisi di Spanyol ketimbang Ronaldo.

Runtuhnya Hegemoni

Runtuhnya hegemoni El Clasico di percaturan laga elite dunia segera terasa selepas kepergian Ronaldo. Musim 2018/19 lalu Barcelona seperti tak ada pesaing untuk menjuarai LaLiga di mana Madrid tercecer di posisi ketiga dengan selisih 19 poin dari Barca di puncak. 

Tajuk-tajuk headline koran dan tagar-tagar media sosial pun seperti menurunkan minatnya pada laga El Clasico. Perhatian dunia terhadap El Clasico berkurang sejak musim lalu. 

Pada musim 2019-2020 ini pamor itu belum bisa pulih. Terbukti dari laga El Clasico di putaran pertama yang terasa hambar di mana kedua tim bermain imbang 0-0.

Pada pertengahan musim ini kedua tim pun sedang tak dalam performa terbaiknya. Walau berhasil menguasai peringkat satu dan dua, baik Barcelona dan Real Madrid terkesan tampil compang camping. 

Sampai pekan ke-25 LaLiga, Barcelona sudah menelan empat kali seri dan empat kali kalah. Sementara Real Madrid tak kalah buruk dengan menelan 8 kali imbang dan 2 kali kalah. 

Penurunan performa keduanya di liga sangat jarang terlihat ketika Messi dan Ronaldo masih sama-sama bermain di Liga Spanyol. 

Barcelona seperti yang kita ketahui baru saja melakukan pergantian pelatih menyusul hasil buruk yang diraih oleh Ernesto Valverde. Perlahan tapi pasti Barcelona tengah memperbaiki performa di bawah Quique Setien. 

Untuk Real Madrid, era kejayaan beberapa musim lalu sepertinya bakal sulit diulangi musim ini. Real Madrid di bawah Zidane tak sekuat ketika masih ada Cristiano Ronaldo. Bahkan, mereka kini tengah di ambang kegagalan lolos 16 besar Liga Champions. 

Cedera pemain

Bukan hanya soal Messi-Ronaldo serta performa tim secara keseluruhan, musim ini skuad kedua tim memang tengah diuji. 

Jelang laga El Clasico banyak pemain kunci kedua tim yang tengah cedera atau pun berhalangan tampil. Di kubu real Madrid ada Marco Asensio dan Eden Hazard yang masih menepi karena cedera. 

Sementara di tim Barca lebih parah lagi. Blaugrana kehilangan lima pemain kunci sekaligus karena cedera. Mereka adalah Ousmane Dembele, Luis Suarez, Sergi Roberto, Gerard Pique, dan Jordi Alba. 

Tentu hal ini akan mengurangi kualitas dari laga El Clasico yang biasanya dipenuhi bintang-bintang kelas dunia di kedua tim. 

Panggung Pemain Kepala Tiga

Masalah lain yang buat laga El Clasico musim ini makin kehilangan pamor adalah fakta bahwa pertemuan Real Madrid vs Barcelona tak lebih dari panggung pemain kepala tiga. 

Setidaknya, di laga El Clasico saat ini ada 13 pemain yang berusia 30 tahun ke atas. Rinciannya, di tim Real Madrid ada tujuh pemain, sedangkan di tim Barca ada enam pemain. 

Di tim Real Madrid, Luka Modric jadi pemain paling tua dengan usia 34 tahun. Kemudian diikuti oleh Sergio Ramos (33 tahun), Karim Benzema (32), Marcelo (31) Toni Kroos (30), Nacho Fernandez (30), dan terakhir Gareth Bale (30). 

Sementara di tim Barcelona ada Gerard Pique (33 tahun) sebagai pemain tertua diikuti oleh Lionel Messi (32), Sergio Busquets (31), Arturo Vidal (32), Ivan Rakitic (31), dan Neto (30). 

Status kebintangan memang masih dimiliki para pemain uzur ini. Namun, dengan banyaknya pemain kepala tiga, jangan harap ada banyak kejutan-kejutan dan aksi-aksi bintang masa kini di dalamnya.