Liga Inggris

3 Alasan Harry Kane Bisa Jadi Pelengkap Puzzle Skuat Manchester United

Senin, 13 April 2020 14:59 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Nugrahenny Putri Untari
 Copyright:

INDOSPORT.COM – Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, diyakini memiliki tiga hal yang membuatnya dianggap sangat cocok bergabung dengan skuat klub Liga Inggris, Manchester United, musim panas ini.

Harry Kane merupakan salah satu penyerang terbaik di Liga Inggris atau bahkan di dunia saat ini. Setelah diboyong oleh Spurs dan melakoni debut pada tahun 2011 yang lalu, dirinya telah berhasil mencetak 181 gol dari 278 laga.

Gol-gol yang dicetaknya berkontribusi besar bagi kegemilangan Tottenham dan menjadikan Spurs sebagai salah satu kuda hitam paling konsisten di Liga Inggris, setidaknya dalam empat musim terakhir.

Keahlian Kane dalam mencetak gol itu pun membuatnya menjadi incaran sejumlah klub, seperti Manchester United, Real Madrid, dan Juventus. Namun, Manchester United memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan Kane dibandingkan pesaingnya.

Menyadari bintangnya dilirik banyak klub, Tottenham Hotspur tak tinggal diam. Kabarnya, CEO Daniel Levy telah membanderol Kane senilai 200 juta pounds atau Rp3,93 triliun yang diyakini tak ada klub yang mau menebusnya.

Bagi Setan Merah, angka sebesar itu tak akan jadi masalah bila Kane bisa membantu tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu lebih mumpuni musim depan sehingga bisa menembus Liga Champions.

Berikut ini redaksi berita olahraga INDOSPORT membeberkan tiga alasan Harry Kane dianggap sangat cocok masuk ke skuat utama Manchester United bila berhasil direkrut musim panas ini:

1. Pencetak Gol Ulung

Catatan Harry Kane sebagai pencetak gol sudah tidak diragukan lagi. Selama kariernya, dia telah mengemas 229 gol dalam 378 penampilan untuk klub dan negara, termasuk memenangkan sepatu emas Liga Inggris dua kali.

Pemain 26 tahun itu dianggap sebagai pemain mematikan di depan gawang. Dia memiliki tingkat akurasi yang tinggi di permainan, di tambah dengan jago duel udara dan saat duel satu lawan satu.

Sejauh musim ini, Kane sudah mengoleksi 17 gol dan 2 assist dalam 25 penampilannya di semua kompetisi untuk Tottenham Hotspur. Namun, Kane masih absen sejak tiga bulan terakhir akibat cedera yang dialami kala melawan Southampton saat Boxing Day.

Kane membuktikan bahwa dia mampu mencetak gol di setiap kompetisi level tertinggi. Tercatat, dia mencetak gol melawan klub dari enam liga papan atas, seperti ke gawang Juventus, Borussia Dortmund, Barcelona di ajang Liga Champions.

Prestasi Kane yang paling menonjol saat dia menjadi kapten Timnas Inggris di Piala Dunia 2018 di Rusia. Kane mencetak total enam gol kala memimpin timnya ke semifinal turnamen dan memenangkan Sepatu Emas di ajang tersebut.

Catatannya secara keseluruhan di level internasional yakni 32 gol dalam 45 pertandingan, selisih 21 gol dari pemegang rekor, Wayne Rooney.

2. Berjiwa Pemimpin dan Profesional

Sejak dirinya mengambil peran sebagai kapten Timnas Inggris di Piala Dunia, Kane berkembang menjadi seorang pemimpin yang mengagumkan. Hal ini terlihat bukan hanya dari perannya yang paling vokal, namun daya saingnya mampu menginspirasi semua rekan setimnya.

Kane kemudian mengisi kekosongan posisi kapten Spurs, baik ketika masih di bawah arahan Mauricio Pochettino hingga era kepelatihan Jose Mourinho. Kualitas kepemiminan Kane diyakini akan jadi suntikan semangat skuat Setan Merah di ruang ganti saat Kane bergabung nanti.

Profesionalitas Kane baik di dalam maupun di luar penampilan juga patut dipuji. Striker Inggris itu memiliki semangat kerja yang tinggi dan tak kenal lelah.

Meski sempat mengalami masa pinjaman selama empat musim di awal kariernya, Kane tetap konsisten berjuang jadi pemain reguler di skuat utama. Berkat profesionalitasnya ini, Kane pun mampu mempertahankan posisinya sebagai striker utama di level klub dan Timnas.

3. Pelengkap Puzzle Manchester United

Sejak finis sebagai runner-up Liga Inggris musim 2017-2018, Manchester United kehilangan arah. Raksasa Old Trafford itu seolah-olah telah kehilangan pemain andalan untuk mencetak gol.

Sebelumnya, Manchester United mengandalkan Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez. Namun dua pemain itu gagal memenuhi harapan hingga kemudian hijrah ke Inter Milan pada musim panas 2019 lalu.

Adapun Marcus Rashford dan Anthony Martial yang berangkat dari pemain muda. Namun performa keduanya masih belum konsisten sejauh ini.

Kane, sebagai seorang finisher mematikan sekaligus peraih Sepatu Emas dua kali, dianggap akan jadi pelengkap kepingan puzzle yang saat ini tengah digarap Ole Gunnar Solskjaer di Old Trafford.

Kane tidak hanya bisa jadi partner sepadan Marcus Rashford, namun bisa saja menggantikan posisinya. Selain itu, Kane bisa jadi role model bintang muda seperti Mason Greenwood di lini depan.

Dia juga bisa diduetkan dengan gelandang asal Portugal, Bruno Fernandes, yang sejak kedatangannya pada Januari lalu telah mencuri perhatian lewat penampilannya yang apik.

Kane memiliki permainan yang cerdas dan mampu beradaptasi dengan cepat. Hal ini membuatnya bisa dipasangkan dengan siapa saja, termasuk Daniel James dan Anthony Martial.