INDOSPORT.COM - Datangnya Bulan Ramadan 1441 H tak menghalangi kewajiban pemain klub Liga 1 PSIS Semarang untuk tetap melakukan latihan mandiri di rumah selama wabah Corona. Dokter PSIS pun memberikan pedoman mengenai waktu yang tepat untuk menggelar latihan pemain masing-masing.
Anak asuh Dragan Djukanovic tetap berkewajiban mengirim video latihan kepada head coach pada saat Bulan Ramadan. Namun karena mayoritas pemain PSIS beragama Islam dan berkewajiban puasa, waktu latihan pun disesuaikan dengan waktu yang dianjurkan.
Alfan Nur Asyhar selaku dokter tim PSIS memiliki saran bagi para pemainnya untuk tetap melaksanakan latihan di tengah Bulan Ramadan.
“Latihan bisa sore, 1 – 1,5 jam sebelum buka. Atau malam setelah tarawih asalkan tidak menganggu siklus tidur mereka (red-pemain),” tutur Alfan kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Senin (27/04/20).
“Untuk latihan sore ada plus minusnya, memang di waktu itu dekat dengan waktu berbuka. Tetapi harus hati-hati karena di waktu tersebut glukosa tubuh menurun dan bisa menyebabkan pusing dan lemas sehingga latihan tidak optimal,” ungkap pria yang akrab disapa dokter Al ini.
Alfan lantas menambahkan apabila pemain mengambil sesi latihan malam, keuntungan yang didapat glukosa tubuh sudah kembali normal dan lebih siap untuk latihan.
Namun mantan dokter tim Bhayangkara FC ini tetap mengingatkan bahwa latihan setelah Salat Tarawih sebenarnya dianjurkan, namun juga bisa berdampak tidak baik apabila menganggu siklus tidur.
Ia mewanti-wanti para pemain PSIS untuk tetap memperhatikan siklus tidur jika mengambil latihan malam. Pasalnya siklus tidur cukup penting bagi imunitas pemain PSIS di saat Bulan Ramadan seperti ini.