Liga Indonesia

Mantan Kipernya Terjerat Narkoba, Begini Respons Manajemen PSMS

Rabu, 20 Mei 2020 12:39 WIB
Penulis: Aldi Aulia Anwar | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Aldi Aulia Anwar/INDOSPORT
Manajemen klub Liga 2 2020, PSMS Medan, mengaku terkejut dan tak menyangka bahwa penjaga gawang mereka musim lalu, M. Choirun Nasirin, terjerat kasus narkoba. Copyright: © Aldi Aulia Anwar/INDOSPORT
Manajemen klub Liga 2 2020, PSMS Medan, mengaku terkejut dan tak menyangka bahwa penjaga gawang mereka musim lalu, M. Choirun Nasirin, terjerat kasus narkoba.

INDOSPORT.COM - Manajemen klub Liga 2 2020, PSMS Medan, mengaku terkejut dan tak menyangka bahwa penjaga gawang mereka musim lalu, M. Choirun Nasirin, terjerat kasus narkoba.

Kiper PS Hizbul Wathan di Liga 2 musim ini tertangkap pihak kepolisian dalam kasus peredaran barang haram tersebut di Sidoarjo, Jawa Timur. Ia tertangkap bersama tiga orang lainnya, di mana kabarnya salah satu diantara tersangka lainnya mantan pemain sepak bola profesional.

"Tentunya sangat disayangkan yah kenapa bisa begitu. Karena bersama kita dulu, dia gak ada hal yang aneh," kata Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang, kepada awak media, Selasa (19/5/20) petang.

Pria yang juga menjabat sebagai penanggungjawab klub PSMS itu sedikit mengenang sebuah insiden aneh saat Nasirin menjadi kiper PSMS saat main di kandang Perserang Serang di pekan ke-15 Liga 2 2019, September tahun lalu.

Sebab, secara tiba-tiba eks kiper Persegres Gresik ini tiba-tiba tumbang di awal-awal babak pertama tak lama PSMS unggul lebih dulu atas tim tuan rumah, sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Di mana saat itu, pengakuan sang pemain dirinya mengalami hal mistis.

"Dalam pertandingan itu, dia pernah jatuh tiba-tiba saat kita lawan Perserang lalu. Ya kita anggap hal yang wajar saja. Karena menang tidak ada gelagat-gelagat yang mencurigakan saat itu," kenang Mulyadi.

"Di putaran kedua (Liga 2) tahun lalu, dia lebih banyak sebagai pemain cadangan. Karena saat itu, Alfonsius Kelvan yang kiper utama," tambahnya.

Lanjut Mulyadi, pihaknya menjadikan kejadian sang mantan pemain sebagai pembelajaran dalam merekrut pemain ke depannya.

"Artinya dalam mengambil pemain kami harus benar-benar melihat track record dari pemain itu. Jadi, bukan keterampilan bermain bolanya saja. Selain itu buat pemain jauhi narkoba lah," pungkasnya.

Sebagai informasi, tak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka, Nasirin langsung dipecat oleh klubnya PS Hizbul Wathan.