Liga Indonesia

Momen Ketika Masalah Internal Buat Bambang Pamungkas Tinggalkan Persija

Rabu, 10 Juni 2020 07:20 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
 Copyright:

INDOSPORT.COM – Menjadi salah satu pemain paling setia, Bambang Pamungkas pernah dihadapi dengan momen harus meninggalkan Persija Jakarta.

Bicara mengenai kesetiaan bersama Persija Jakarta, tentu rasanya sulit untuk tak mengenang sosok Bambang Pamungkas.

15 tahun berseragam Persija Jakarta hingga akhirnya penisun dan kini menjadi Manajer di klub berjuluk Macan Kemayoran, membuat pengabdian seorang Bambang Pamungkas di Persija Jakarta praktis hanya bisa dilewati oleh Ismed Sofyan yang telah 17 tahun lebih tak pernah berpindah dari klub asal Ibu kota itu.

Namun berbicara kesetiaan Bambang Pamungkas juga menjadi hal yang menarik. Sebab tak sepenuhnya kisah kesetiaan pria yang akrab di sapa Bepe itu berjalan mulus bersama Persija Jakarta.

Ada momen di mana kesetian Bepe harus diuji dengan berbagai masalah yang muncul, baik dari dalam maupun luar klub Persija Jakarta sendiri. Seperti yang terjadi pada sepanjang Liga Indonesia musim 2012.

Bambang Pamungkas Tinggalkan Persija Jakarta

Di tahun 2012, sepak bola Indonesia sedang berada pada fase terendah, di mana terjadi konflik dualisme kepemimpinan PSSI, yang akhirnya juga membuat kompetisi sepak bola Indonesia terpecah.

Konflik tersebut secara langsung juga berimbas kepada sejumlah klub, yang perlahan tapi pasti mulai digerogoti masalah keuangan. Seperti salah satunya yang dialami Persija Jakarta.

Di musim itu, Persija Jakarta yang bermain di kompetisi Liga Super Indonesia (Liga yang tak diakui oleh PSSI, tapi resmi versi FIFA), dikabarkan mengalami krisis keuangan, hingga menunggak gaji pemainnya sampai lima bulan.

Masalah itu yang menjadikan situasi antara Bepe dan Persija Jakarta menjadi sulit. Apa lagi di tengah konflik dualisme PSSI, Bepe juga memilih kukuh dengan pendiriannya membela Timnas Indonesia, saat sebenarnya Persija Jakarta (bersama klub Liga Super Indonesia lain) melarang pemain-pemainnya untuk bergabung ke Timnas.

Di tengah situasi sulit tersebut, Bepe pada akhirnya memang tak menemui kata sepakat dengan manajemen Persija Jakarta untuk kembali memperkuat klub pada musim berikutnya. Kendati demikian Bepe juga tak langsung bergabung dengan klub lain.

Dirinya kala itu lebih memilih untuk rehat dari dunia sepak bola. Dan justru mendirikan salah satu media olah raga bersama beberapa rekannya. Saat sebenarnya banyak penawaran datang kepadanya. Mulai dari klub juara Liga Super Indonesia 2012, Sriwijaya FC, Persijap Jepara, hingga klub kasta kedua Persika Karawang.