Liga Indonesia

PSIS Berharap Direksi dan Komisaris PT LIB Perjuangkan Hak Komersial Klub

Sabtu, 13 Juni 2020 19:37 WIB
Penulis: Alvin Syaptia Pratama | Editor:
© Alvin Syaptia/INDOSPORT
Para pemain klub Liga 1, PSIS baik senior mau pun junior ketika melakukan latihan di Stadion Citarum, Semarang. Copyright: © Alvin Syaptia/INDOSPORT
Para pemain klub Liga 1, PSIS baik senior mau pun junior ketika melakukan latihan di Stadion Citarum, Semarang.

INDOSPORT.COM – Salah satu peserta Liga 1 2020 PSIS Semarang berharap direksi dan komisaris PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang baru ditunjuk oleh pemegang saham mampu memperjuangkan hak komersial klub.

Perlu diketahui, PT LIB sebagai operator liga baru saja menunjuk Akhmad Hadian Lukita sebagai direktur utama menggantikan peran Mayjen (Purn) Cucu Somantri yang mundur pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bulan Mei silam.

Tak hanya Akhmad Hadian Lukita, PT LIB juga baru saja menunjuk Juni Ardi Anto Rahman yang akan mengisi posisi komisaris utama menggantikan Mayjen (Purn) Sonhadji yang juga mundur di RUPS bulan lalu.

Sementara posisi komisaris yang ditinggalkan Hasani Abdul Gani dan Hakim Putratama akan diisi oleh Mayjen (Purn) Leo Siegers dan Mayjen (Purn) Anggodo Wiradi. Mereka akan bersinergi dengan Ferry Paulus, Endri Erawan, dan Munafri Arifuddin yang sudah terlebih dahulu menjabat komisaris.

Menurut PSIS, jajaran direksi dan komisaris yang baru harus mampu membuat klub-klub Liga 1 sebagai pemegang saham lebih sejahtera dengan menaikkan hak komersial klub di setiap periodenya.

“Direktur dan komisaris baru harus mampu memperjuangkan untuk meningkatkan hak komersial klub. Dengan kerja keras dan komitmen saya optimis bisa,” beber Yoyok Sukawi di Semarang, Sabtu (13/06/20).

Yoyok Sukawi nampaknya tidak ingin kejadian di Bulan Mei lalu kembali terulang. Ketika itu, PT LIB yang masih dipimpin Cucu Somantri sempat mewacanakan akan memotong dana subsidi untuk klub.

Sontak ketika itu beberapa klub meradang dan meminta PT LIB untuk tetap membayarkan hak komersial secara utuh. Untungnya, wacana tersebut batal dan klub-klub Liga 1 tetap menerima hak komersial secara utuh di Bulan Mei kemarin.