Liga Spanyol

Eksklusif LaLiga: Curhat Eks Real Madrid Rasakan Persaingan El Clasico

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:40 WIB
Editor:
© Visionhaus via Getty Images
Logo Barcelona vs Real Madrid Copyright: © Visionhaus via Getty Images
Logo Barcelona vs Real Madrid
Kisah Fernando Sanz sebagai Penonton El Clasico

Menjadi suporter Real Madrid sejak kecil, Fernando Sanz bercerita pengalamannya menyaksikan el clasico langsung di stadion Santiago Bernabeu.

"Saya ingat pergi dengan saudara saya dan ayah saya untuk menonton Clasicos di Stadion Santiago Bernabeu. Pertandingan ini sudah menjadi pertandingan yang sangat menarik saat itu, dengan semangat di lapangan dan kegugupan di tribun. Saya telah menjadi anggota Real Madrid selama 40 tahun, tetapi Anda tidak pernah bosan dengan El Clasico."

"Ini adalah pertandingan yang selalu pantas untuk ditunggu. Apakah Anda menang atau kalah, Anda pulang ke rumah dengan perasaan campur aduk setelah hadir di pertandingan yang menjadi pusat dunia selama beberapa jam, mengingat-ingat momen terbaik dengan adrenalin yang masih melambung tinggi."

"Saya sering mengalami sakit tenggorokan karena terus bersorak, sekaligus berdebat tentang taktik dengan saudara dan ayah saya. Ini selalu menjadi pertandingan yang berlangsung selama dua pekan – tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah pertandingan."

El Clasico Paling Spesial versi Fernando Sanz

Bagi Fernando Sanz, el clasico paling spesial adalah saat ia melakoni debutnya di pertandingan superklasik Liga Spanyol tersebut, terpatnya pada Februari 1997.

"Dari semuanya, El Clasico yang paling spesial bagi saya adalah yang terjadi pada Februari 1997 di Bernabeu ketika saya melakukan debut El Clasico. Fabio Capello memasukkan saya dengan 15 menit tersisa dan itu 15 menit yang luar biasa!"

"Ronaldo Nazario, pemain nomor 9 terbaik dunia pada saat itu, melawan saya, bersama dengan Luis Figo, Luis Enrique dan Pep Guardiola. Di samping saya adalah orang-orang hebat seperti Roberto Carlos, Fernando Redondo, Clarence Seedorf dan Predrag Mijatovic. Hanya dengan mendengar nama-nama tersebut, mudah untuk menerka seberapa besar El Clasico dulu."

"Saat Anda berada di lapangan, Anda merasa terhormat. Anda sedang ditonton oleh jutaan orang dan Anda pasti dibuat iri oleh banyak orang yang ingin berada di sana bermain pada pertandingan yang Anda nikmati pada saat itu. Spanyol berhenti untuk El Clasico."

"Dalam kasus saya, setelah melewati semua kategori junior di Real Madrid hingga mencapai tim senior, bermain di El Clasico berarti mewujudkan impian masa kecil. Itu adalah impian saya ketika saya menjadi penonton di tribun yang mendukung Santillana, Juanito, dan tim legendaris Quinta del Buitre. Kemudian, tiba-tiba, dukungan untuk saya datang dari tribun yang sama. Saya berusia 23 tahun saat itu dan tidak mudah tertidur malam itu setelah pertandingan."

"Dalam cerita saya, bermain di El Clasico berarti puncak dari karier saya sebagai lulusan akademi Real Madrid, dan itu adalah salah satu momen terbaik dalam karier saya."

El Clasico Panggung Bintang Sepak Bola

Menurut Fernando Sanz, tidak ada yang berubah dari pertemuan antara Barcelona dan Real Madrid sejak dulu hingga sekarang, yakni para bintang sepak bola dunia berada di panggung bertajuk el clasico.

"Bintang kelas dunia yang memilih untuk bergabung dengan Real Madrid atau FC Barcelona karena ingin bermain di El Clasico di LaLiga. Anda menyadari apa artinya menjadi bintang sepak bola saat Anda bermain di El Clasico."

"Dari tujuh pemain terbaik sepanjang masa, enam dari mereka pernah bermain di pertandingan ini. Hanya Pele yang tidak pernah beraksi di El Clásico, tetapi Alfredo Di Stéfano, Johan Cruyff, Diego Maradona, Zinedine Zidane, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo semuanya pernah bermain di pertandingan ini."

"Ada alasan mengapa ini menjadi pertandingan klub terbaik di dunia. Meskipun kami tidak semua berada di sana untuk pertandingan akhir pekan ini untuk pertama kalinya sejak saya menyaksikannya di Bernabeu, kegembiraan menonton El Clasico selalu ada," tutup Fernando Sanz.